Miris, Curhat Tenaga Medis Kedatangan 51 Pasien Covid-19 Cluster Halal Bihalal

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 28 Mei 2021 | 12:22 WIB
Miris, Curhat Tenaga Medis Kedatangan 51 Pasien Covid-19 Cluster Halal Bihalal
Tenaga Medis Ceritakan Tingginya Kasus Covid-19 Cluster Halal Bihalal (TikTok)

Suara.com - Periode libur Lebaran yang memengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat selama hari raya Idul Fitri, diyakini akan berdampak pada kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah video yang diunggah seorang tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19, Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta.

Melalui akun TikTok @sakinahbersamamu_, tenaga medis yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) itu sempat kewalahan saat 'diserbu' puluhan orang pasien yang datang secara bersamaan.

Padahal, hari itu, kata dia, merupakan shift terakhirnya. Karena hari yang spesial, ia pun menggunakan sedikit makeup agar lebih semangat untuk berjaga.

"Lagi last shift pengen yang syantiq pakai maskara biar semangat jaganya," tulisnya dalam video tersebut.

Tak disangka, lanjutnya, tiba-tiba saja grup WhatsApp (WA) Tim Cobra (Relawan Tenaga Kesehatan) di Wisma Atlet ramai, dengan pengumuman datangnya 51 pasien dari sebuah puskesmas, yang merupakan cluster halal bihalal.

Membaca kabar tersebut, ia pun seketika langsung lemas, karena harus segera melakukan triage di IGD, atau proses seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang IGD.

"Seketika lemas lihat grup WA Cobra say, 'Siap-siap ya IGD triage, 51 pasien dari Puskesmas Ci****, cluster halal bihalal'," tulisnya.

Ia pun memperlihatkan bagaimana situasi IGD pada saat itu yang kedatangan puluhan pasien Covid-19 dengan menggunakan 1 mobil ambulance dan 4 bus sekolah.

Tentu saja, melihat kejadian ini, tenaga medis tersebut memperingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, meski sedang halal bihalal sekalipun.

"Halal bihalalnya pakai maskeyaya, biar satu RT RW nggak positif Covid-19," tulisnya.

Video yang diunggah pada 26 Mei 2021 ini pun mendapat perhatian dan komentar beragam dari warganet, dan telah dilihat hampir 200 ribu kali.

"Sepertinya tower 6 makin ramai yaaa after lebaran ini, huhuhu. Semangat pejuang negatif, team Cobra juga makin gencar yaa senamnya biar gak pada down," kata @Okkyjelly.

"Yang sebalnya kalo ada yang nggak percaya Covid. Giliran begini, carinya gratisan," tulis @nomnom.nik.

"Kok kaya lagi mau study tour," ungkap @apakabar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kini Dilockdown! Warga Satu RT di Ciracas Ketakutan Tes Swab karena Dikira Bakal Disuntik

Kini Dilockdown! Warga Satu RT di Ciracas Ketakutan Tes Swab karena Dikira Bakal Disuntik

News | Kamis, 27 Mei 2021 | 15:10 WIB

Studi: Pasien Covid-19 Ringan Mengembangkan Antibodi Lebih Tahan Lama

Studi: Pasien Covid-19 Ringan Mengembangkan Antibodi Lebih Tahan Lama

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 09:32 WIB

Usai AstraZeneca, Kini Vaksin Johnson & Johnson Diduga Sebabkan Kematian Warga

Usai AstraZeneca, Kini Vaksin Johnson & Johnson Diduga Sebabkan Kematian Warga

Batam | Kamis, 27 Mei 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB