Duh, 8.700 Pasien di Inggris Meninggal Usai Tertular Covid-19 di Rumah Sakit

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 29 Mei 2021 | 06:55 WIB
Duh, 8.700 Pasien di Inggris Meninggal Usai Tertular Covid-19 di Rumah Sakit
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah data terbaru tentang kondisi Covid-19 di Inggris menunjukkan data yang mengejutkan. Dalam data tersebut dilaporkan bahwa 8.700 pasien meninggal setelah tertular Covid di rumah sakit Inggris.

Angka tersebut menunjukkan 32.307 orang 'mungkin atau pasti' tertular virus tersebut saat berada di rumah sakit sejak Maret 2020, dengan 8.747 di antaranya meninggal.

Semua pasien yang meninggal berada di rumah sakit karena alasan medis lainnya, termasuk operasi, perawatan setelah jatuh, atau serangan penyakit serius.

Mantan Menteri Kesehatan Jeremy Hunt Mantan sekretaris kesehatan mengatakan Covid-19 yang ditularkan di rumah sakit menyebabkan 'ribuan kematian yang dapat dihindari' dan 'tetap menjadi salah satu skandal tersembunyi di balik pandemi ini'.

Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19 (Elements Envato)

"NHS telah membuat kami semua bangga selama setahun terakhir, tetapi angka-angka baru ini menghancurkan dan menimbulkan pertanyaan menantang tentang apakah pengendalian infeksi rumah sakit yang tepat sudah diterapkan," kata Hunt.

Freedom of Information (FOI) yang diperoleh surat kabar tersebut menemukan bahwa University Hospitals Birmingham trust memiliki jumlah kematian tertinggi dengan 408.

Ini diikuti oleh Rumah Sakit Universitas Nottingham dengan 279 dan Frimley Health, yang mencakup kabupaten di sekitar London, dengan 259.

Sembilan perwalian dari 126 perwalian rumah sakit akut Inggris memiliki 200 kematian atau lebih. The Guardian tidak menerima data dari 45 trust NHS.

Di sejumlah data, sekitar sepertiga dari semua orang yang meninggal setelah tertular Covid terinfeksi di rumah sakit. Ini termasuk Rumah Sakit Royal Cornwall (36 persen), Salisbury (35,2 persen) dan Rumah Sakit Umum Kettering (31,2 persen).

baca juga

Namun, jumlah kematian dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran rumah sakit, jumlah kamar tunggal, kapasitas unit perawatan intensif, tingkat infeksi di antara penduduk setempat, dan prosedur pengendalian infeksi.

Seorang juru bicara NHS mengatakan kepada The Guardian bahwa rumah sakit tidak bisa disalahkan.

"Kantor Statistik Nasional dan data lain secara meyakinkan menunjukkan bahwa akar penyebab meningkatnya tingkat infeksi di rumah sakit adalah meningkatnya tingkat di masyarakat, dan di seluruh laporan mingguan pandemi dari Publik. Health England secara konsisten menunjukkan bahwa wabah di rumah sakit lebih jarang terjadi dibandingkan di pengaturan lain," kata juru bicara tersebut.

Langkah-langkah pengendalian infeksi yang kuat' rumah sakit termasuk merawat pasien Covid dan non-Covid di area terpisah, dan menguji semua pasien rawat inap saat masuk dan dua kali pada minggu pertama mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dapat E, Anies Minta Kemenkes Kaji Ulang Indikator Penilaian Penanganan Covid-19

Sempat Dapat E, Anies Minta Kemenkes Kaji Ulang Indikator Penilaian Penanganan Covid-19

News | Jum'at, 28 Mei 2021 | 20:29 WIB

Pimpinan Hamas SebutLebih Baik Mati karena Serangan Israel daripada Covid-19

Pimpinan Hamas SebutLebih Baik Mati karena Serangan Israel daripada Covid-19

News | Jum'at, 28 Mei 2021 | 20:17 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Wonogiri Sayangkan Soloraya Tak Kompak Tutup Pariwisata

Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Wonogiri Sayangkan Soloraya Tak Kompak Tutup Pariwisata

Surakarta | Jum'at, 28 Mei 2021 | 20:45 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×