Jangan Abaikan, Ini 8 Tanda Bahwa Tubuh Anda Kurang Gerak

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 31 Mei 2021 | 14:02 WIB
Jangan Abaikan, Ini 8 Tanda Bahwa Tubuh Anda Kurang Gerak
Ilustrasi kurang gerak. (pexels.com/Flora Westbrook)

Suara.com - Bagi Anda yang lebih sering bekerja di belakang meja, Anda perlu bergerak lebih banyak di sela-sela waktu bekerja. Jika tidak, Anda mungkin berisiko menghadapi beberapa masalah kesehatan fisik dan mental terkait kurang gerak.

Menggerakkan tubuh punya banyak manfaat, tak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Bergerak dapat meningkatkan fungsi setiap bagian tubuh, mulai dari persendian hingga otak. Bergerak juga meningkatkan sirkulasi darah, mendorong aliran cairan getah bening, meningkatkan energi, meningkatkan mood, dan mengatur pembuangan.

“Selama pandemi, kebanyakan kita bekerja dari rumah. Kita tidak menyadari jumlah jam yang dihabiskan di depan layar. Itulah mengapa menggerakkan tubuh sangat penting untuk mengurangi tingkat stres dan menjaga kesehatan kita,” jelas Dr Srikanth H.S, Ahli Naturopat Senior, dari Jindal Naturecure Institute, Bengaluru.

Dilansir dari Healthshots, berikut adalah 8 tanda yang menunjukkan bahwa Anda kurang bergerak.

1. Tekanan darah tinggi
Gaya hidup yang tidak aktif dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan serangan jantung, gagal jantung, aneurisma aorta, penyakit ginjal, dan stroke.

2. Pola tidur yang buruk
Olahraga atau gerakan tubuh yang tidak memadai seringkali dapat menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur dapat menyebabkan obesitas, depresi, penurunan kekebalan tubuh, dan penurunan gairah seks.

3. Sakit punggung
Kurang bergerak sering menjadi penyebab sakit punggung. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, nyeri punggung yang berkepanjangan dapat menyebabkan degenerasi tulang belakang dan cedera.

4. Selalu merasa lapar
Bagi mereka yang merasa lapar sepanjang waktu, penting bagi Anda untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari. Jika tidak, tubuh menghasilkan terlalu banyak ghrelin yang membuat orang merasa lapar sepanjang waktu. Jika tidak dikontrol, dapat menyebabkan komplikasi yang parah di kemudian hari.

5. Sendi yang kaku
Pengerasan pada persendian, terutama lutut dan leher, terjadi karena kurangnya gerakan tubuh. Sendi yang kaku dapat menyebabkan asam urat, osteoartritis, dan artritis septik.

6. Penyakit jantung
Aktivitas fisik secara teratur membantu mengurangi beberapa faktor risiko kardiovaskular, termasuk obesitas, dislipidemia, hipertensi, sindrom metabolik, dan diabetes melitus.

baca juga

7. Kurang fokus
Tidak melakukan olahraga atau kurang gerak dapat menyebabkan kurangnya fokus. Kewaspadaan dan perhatian pada akhirnya berkurang.

8. Obesitas
Obesitas adalah salah satu penyebab utama gaya hidup tidak aktif. Akibat dari obesitas dapat berupa tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, dan penyakit kandung empedu.

“Bergerak setiap 30 menit dapat membantu menghindari beberapa efek merugikan dari gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menyetel alarm ponsel dan bangun 30 menit lebih awal untuk bergerak. Orang-orang yang tidak banyak bergerak sepanjang hari berisiko tinggi terkena penyakit gaya hidup,” demikian saran Dr Srikanth.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Stres dengan Melatih Mindfulness, Begini Caranya

Lawan Stres dengan Melatih Mindfulness, Begini Caranya

Lifestyle | Minggu, 23 Mei 2021 | 14:53 WIB

Ini Tips Bagi Lansia Jaga Kesehatan Fisik di Usia Senja, Sontek Yuk!

Ini Tips Bagi Lansia Jaga Kesehatan Fisik di Usia Senja, Sontek Yuk!

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 15:05 WIB

Perempuan Karir, Yuk Jaga Kesehatan Fisik dan Mental dengan 6 Tips Berikut

Perempuan Karir, Yuk Jaga Kesehatan Fisik dan Mental dengan 6 Tips Berikut

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 05:15 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×