Tak Melulu Negatif, Simak Manfaat Positif Bergosip

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 16:35 WIB
Tak Melulu Negatif, Simak Manfaat Positif Bergosip

Suara.com - Gosip sering dianggap negatif secara sosial. Padahal penelitian baru dari Dartmouth menyatakan bahwa bergosip ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan.

Melansir dari Medical Xpress, gosip memfasilitasi hubungan sosial dan memungkinkan belajar tentang dunia secara tidak langsung melalui pengalaman orang lain. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa sekitar 14 persen percakapan sehari-hari orang adalah gosip yang bernada netral.

"Gosip adalah bentuk komunikasi kompleks yang sering disalahpahami," kata Eshin Jolly, peneliti pasca doktoral di Computational Social Affective Neuroscience Laboratory (COSAN) yang ikut menulis penelitian bersama Luke Chang, asisten profesor psikologi dan otak serta direktur Lab COSAN di Dartmouth.

"Ini bisa menjadi sarana hubungan sosial dan substantif di luar konotasi negatif yang khas," tambah Jolly.

Jolly dan Chang mencoba melihat mengapa orang-orang dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka menghabiskan begitu banyak waktu untuk bertukar informasi tentang diri mereka sendiri dan orang lain dengab bergosip. Dalam hal ini, peneliti membuat game online untuk memeriksa peran gosip.

Temuan mereka menunjukkan bahwa bergosip merupakan komunikasi yang kaya dan beragam dengan beberapa fungsi sosial. Berbagai jenis gosip muncul tergantung pada jumlah informasi yang tersedia.

Percakapan spontan tentang orang lain terjadi lebih sering selama permainan ketika pemain hanya dapat mengamati perilaku beberapa anggota grup mereka. Ketika pemain bisa langsung mengamati semua anggota grup mereka, mereka cenderung mengobrol dan mendiskusikan topik yang lebih luas.

Temuan juga menunjukkan bahwa peserta yang mengobrol satu sama lain merasa paling terhubung satu sama lain di akhir permainan dan bahkan berbagi kesan yang sama dari pemain lain di grup mereka.

Ilustrasi bergosip. (Pexels/Keira Burton)
Ilustrasi bergosip. (Pexels/Keira Burton)

Chang menjelaskan bahwa dengan bertukar informasi dengan orang lain, gosip bisa menjadi cara untuk membentuk hubungan. Ini melibatkan kepercayaan dan memfasilitasi ikatan sosial yang diperkuat saat komunikasi lebih lanjut terjadi.

Menurut penelitian tersebut, temuan tim tentang peran gosip konsisten dengan menciptakan realitas bersama di mana teman dan kolega sering menemukan ikatan yang sama, menjalin aliansi, bertukar informasi pribadi, dan mendiskusikan perilaku orang lain untuk membangun konsensus perilaku yang dapat diterima secara sosial. Hubungan sosial inilah yang kemudian berefek pada kesehatan pdikologis dan fisik.

"Gosip dapat berguna karena membantu orang belajar melalui pengalaman orang lain, sekaligus memungkinkan mereka menjadi lebih dekat satu sama lain dalam prosesnya," kata Jolly. Penelian ini telah diterbitkan di jurnal Current Biology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Komunikasi: Perilaku Diam saat Ada Masalah Justru Memperburuk Keadaan

Ahli Komunikasi: Perilaku Diam saat Ada Masalah Justru Memperburuk Keadaan

Health | Senin, 26 April 2021 | 12:12 WIB

Tak Cuma Lingkungan, Perubahan Iklim Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Cuma Lingkungan, Perubahan Iklim Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Jum'at, 23 April 2021 | 15:41 WIB

Manfaat Taman di Rumah, Kesehatan dan Kesejahteraan Mental Lebih Baik

Manfaat Taman di Rumah, Kesehatan dan Kesejahteraan Mental Lebih Baik

Health | Selasa, 20 April 2021 | 04:30 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB