Fadli Zon Positif Covid-19 Meski Telah 2 Kali Vaksin, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 31 Mei 2021 | 19:27 WIB
Fadli Zon Positif Covid-19 Meski Telah 2 Kali Vaksin, Kok Bisa?
Politisi Partai Gerindra Fadli Zon. [suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Politisi Gerindra Fadli Zon terinfeksi Covid-19. Padahal mantan Wakil Ketua DPR itu telah disuntik vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis pada Maret lalu.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Fadli Zon kini tengah dirawat di rumah sakit.

"Ini yang bersangkutan sedang mengalami, menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jakarta," ucap Dasco dihubungi, Senin (31/5/2021).

Kendati menjalani perawatan di rumah sakit akibat Covid-19, Dasco menegaskan bahwa kondisi Fadli Zon dalam keadaan baik.

"Kondisi (Fadli Zon) alhamdulillah baik-baik saja," ucapnya.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Fadli Zon mengumumkan sendiri bahwa dirinya positif Covid-19 melalui akun pribadi twitternya pada Minggu malam. Ia juga mengungkapkan jumlah antibodi dalam tubuhnya yang sudah divaksinasi penuh.

"Di hari-hari menjelang 50 tahun, akhirnya saya terpapar Covid-19. Maret lalu sudah 2 kali vaksin, n tes titer antibodi 250 (cukup baik)," kata Fadli Zon

Sejak awal, para pakar kesehatan memang tengaj menyampaikan bahwa meski sudah divaksinasi bukan jaminan 100 persen tidak akan terinfeksi virus corona. Hanya saja, vaksin dapat membantu untuk meringankan gejala yang timbul bahkan menurunkan risiko kematian.

Kebanyakan vaksin juga memiliki karakteristik seperti itu. Terlebih untuk vaksin Covid-19, penyakit yang baru tahun lalu ditemukan.

Dikutip dari Science The Wire, vaksin polio, yang sudah ditemukan puluhan tahun lalu juga demikian. Vaksin Salk tidak sepenuhnya menghentikan virus polio tumbuh di usus manusia. Tapi itu sangat efektif mencegah penyakit yang melumpuhkan karena memicu antibodi untuk menghalangi virus yang akan menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang.

Disebutkan bahwa vaksin bekerja dengan baik ketika memberikan pelatihan yang efektif dan tahan lama untuk sistem kekebalan tubuh. Sehingga ketika tubuh benar-benar bertemu dengan patogen penyebab penyakit, telah siap untuk memberikan respons yang optimal.

Terkait Covid-19, ahli imunologi masih mencari tahu 'korelasi perlindungan' atau faktor-faktor yang menyebabkan seseorang dari virus corona. Para peneliti meyakini, perlu jumlah antibodi penawar yang optimal, bukan hanya untuk mencegah virus tersebar ke seluruh tubuh tetapi juga mencegah terinfeksi sejak awal.

Akan tetapi saat ini, para ilmuwan masih lakukan penelitian terkait berapa jumlah amtibodi yang dihasilkan vaksin Covid-19 dan di bagian tubuh mana bekerja optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewi Tanjung ke Fadli Zon: Selamat Positif Covid-19 Jangan Lupa Isolasi

Dewi Tanjung ke Fadli Zon: Selamat Positif Covid-19 Jangan Lupa Isolasi

Bogor | Senin, 31 Mei 2021 | 19:17 WIB

Nadiem Makarim: Target Penyelesaian Vaksinasi Guru Mundur ke Agustus 2021

Nadiem Makarim: Target Penyelesaian Vaksinasi Guru Mundur ke Agustus 2021

News | Senin, 31 Mei 2021 | 19:17 WIB

Kabar Gembira! Kampung Jokowi Kembali Zona Hijau Covid-19

Kabar Gembira! Kampung Jokowi Kembali Zona Hijau Covid-19

Surakarta | Senin, 31 Mei 2021 | 19:13 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB