Anak dengan Talasemia Berisiko Alami Gagal Tumbuh, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 01 Juni 2021 | 16:35 WIB
Anak dengan Talasemia Berisiko Alami Gagal Tumbuh, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua
Ilustrasi talasemia. (Shutterstock)

Suara.com - Talasemia atau kelainan sel darah merah merupakan penyakit yang ditularkan secara genetik oleh orangtua kandung kepada anaknya.

Dikatakan oleh Dokter spesialis Anak Konsultan Hematologi dr. Bambang Sudarmanto, kelainan penyakit darah tersebut terletak pada tidak terbentuknya rantai hemoglobin di dalam darah.

Pada pengidap talasemia mayor, gejala bisa mucul pada dua tahun pertama kehidupan. Anak-anak dengan talasemia akan sering mengalami anemia karena kadar hemoglobin dalam tubuh terlalu rendah. 

Dokter Bambang mengatakan, kondisi tersebut berisiko menyebabkan tumbuh kembang anak jadi terganggu. Selain itu, anak juga akan merasa lemas dan lemah sehingga mengganggu aktivitas anak.

"Anemia ini dapat menyebabkan tubuh terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, hati, ginjal dan yang lain akan kekurangan oksigen (hipoksia), karena hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen yang dihirup ketika kita bernapas," kata Bambang.

Akibatnya, tumbuh kembang anak akan terganggu, yang kemudian memengaruhi produktivitas belajar, bekerja, dan kualitas hidup anak di kemudian hari.

Meski tidak dapat disembuhkan, pasiem talasemia dapat melakukan pengobatan dengan transfusi darah merah setiap bulan untuk mencegah terjadinya anemia.

Dokter Bambang menjelaskan bahwa pemberian transfusi darah diberikan kepada anak dengan kadar hemoglobin kurang dari 7 gr/dL pada awal diagnosis. "Harus rutin dilakukan dengan rentang waktu 2-4 minggu," imbuhnya.

Pasien talasemia juga harus melakukan terapi kelainan zat besi. Sebab transfusi darah yang dilakukan secara rutin setiap bulan menimbulkan efek samping berupa penumpukan zat besi dalam tubuh.

baca juga

Dikatakan setiap kantong transfusi darah mengandung 200-250 mg zat besi zat yang menumpuk di dalam jaringan tubuh, kata dokter Bambang.

Zat besi yang berlebih inilah yang akan tertimbun di organ-organ penting tubuh seperti otak, pankreas, jantung, hati, ginjal serta organ penting lainnya.

Risiko terparah akibat penumpukan zat besi bisa menyebabkan gagal jantung, sirosis hepatis atau kerusakan sel hati, diabetes melitus, kelainan ginjal hingga kematian. 

"Oleh karena itu kelebihan zat besi ini harus dikeluarkan dari tubuh dengan memberikan pengobatan kelasi besi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Pasien Talasemia Butuh Transfusi Darah Setiap Bulan?

Kenapa Pasien Talasemia Butuh Transfusi Darah Setiap Bulan?

Health | Senin, 31 Mei 2021 | 17:05 WIB

Catat! Ini Beberapa Istilah Penyakit Talasemia yang Wajib Diketahui

Catat! Ini Beberapa Istilah Penyakit Talasemia yang Wajib Diketahui

Health | Rabu, 12 Mei 2021 | 13:25 WIB

Dokter Tegaskan Talasemia Bukan Penyakit Menular

Dokter Tegaskan Talasemia Bukan Penyakit Menular

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 18:44 WIB

Terkini

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

×