Tak Cuma Merusak Mood, Punya Bos Kejam Juga Berdampak Buruk pada Kesehatan

Yasinta Rahmawati

Kamis, 03 Juni 2021 | 09:00 WIB
Tak Cuma Merusak Mood, Punya Bos Kejam Juga Berdampak Buruk pada Kesehatan
Ilustrasi bekerja/karier/kerja/karyawan. (Pexels/Energepic)

Suara.com - Memiliki atasan yang baik dan mau membimbing di tempat kerja tentu menjadi impian banyak orang. Namun sayangnya, tak semua orang memiliki keberuntungan tersebut. Banyak pekerja yang harus menghadapi bos kejam dan tidak kompeten.

Memiliki bos dengan karakter tersebut tentu membuat suasana hati buruk, tapi efek merusaknya tidak berhenti sampai di situ.

Dikutip dari Fast Company, penelitian telah menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang negatif dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular.

Dalam bukunya Dying for a Paycheck Jeffrey Pfeffer, profesor di Stanford Graduate School, mengaitkan 120.000 kematian berlebih setahun dengan tempat kerja Amerika Serikat yang penuh tekanan.

Para peneliti dari Harvard Business School dan Stanford University menganalisis hasil lebih dari 200 penelitian untuk lebih memahami efek stres di tempat kerja.

Ketidakamanan pekerjaan dan tuntutan yang tak henti-hentinya secara sempurna mencirikan lingkungan yang diciptakan oleh bos yang buruk. Dan efek kesehatan negatif yang diukur oleh para peneliti Harvard dan Stanford sama buruknya dengan apa yang terlihat pada orang-orang yang terpapar asap rokok dalam jumlah yang signifikan.

Ilustrasi bekerja/karier/kerja/karyawan. (Pexels/Energepic)
Ilustrasi bekerja/karier/kerja/karyawan. (Pexels/Energepic)

Bahkan penelitian dari American Psychological Association melaporkan bahwa 75% pekerja Amerika mengidentifikasi bos mereka sebagai bagian terburuk dan paling stres dari pekerjaan dan 60% pekerja AS akan memilih bos baru daripada kenaikan gaji.

Namun, bagian dari masalahnya bisa jadi pada bagaimana kita menghadapinya. Ketika memiliki bos yang buruk dan tidak memiliki rekan kerja yang menyenangkan untuk berbagi kerasahan kantor, lebih mudah untuk mengatasinya dengan memilih kebiasaan buruk, kata psikolog tempat kerja Dr. Andrea Goeglein, penulis Don’t Die With Vacation Time on the Books.

"Stres dapat muncul sebagai ketidakpedulian terhadap diri sendiri, apakah itu makan atau tidak makan," katanya, dikutip dari The Ladders.

baca juga

"Alih-alih berjalan-jalan saat makan siang untuk mengeluarkan tenaga, reaksi umum adalah makan gorengan atau minum koktail. Perilaku coping yang tidak sehat dapat menempatkan Anda pada risiko penyakit yang lebih tinggi, terutama jika perilaku tersebut menyebabkan Anda bertambah gemuk," jelasnya.

Ada banyak teori mengapa orang terus bekerja untuk bos yang buruk, mulai dari Sindrom Stockholm hingga loyalitas perusahaan. Terkadang itu hanya sindrom "sofa nyaman", di mana upaya untuk mencari pekerjaan baru tampaknya terlalu sulit dilakukan.

Masalahnya adalah semakin lama Anda tinggal dengan bos kejam dan buruk perilakunya ini, semakin sulit meyakinkan diri Anda untuk pergi dan semakin besar beban yang harus ditanggung pikiran, tubuh, dan keluarga Anda.

Jadi, apakah Anda masih mau bertahan di tempat kerja dengan bos kejam?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Ide 'Me Time' di Tengah Kesibukan Agar Tidak Mudah Stres

4 Ide 'Me Time' di Tengah Kesibukan Agar Tidak Mudah Stres

Lifestyle | Senin, 31 Mei 2021 | 16:00 WIB

5 Cara Efektif Hilangkan Stres, Nomor Dua Dianggap Paling Ampuh

5 Cara Efektif Hilangkan Stres, Nomor Dua Dianggap Paling Ampuh

Health | Senin, 31 Mei 2021 | 16:10 WIB

Serba Ampuh dan Minim Biaya, Ini 5 Cara Redakan Stres Secara Mudah dan Sederhana

Serba Ampuh dan Minim Biaya, Ini 5 Cara Redakan Stres Secara Mudah dan Sederhana

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 16:25 WIB

Terkini

Sering Bawa Beban Berat? Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Shockbreaker Motor Cepat Rusak

Sering Bawa Beban Berat? Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Shockbreaker Motor Cepat Rusak

Otomotif | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Guru Pensiun pada Usia 60, Mengapa Presiden Bisa Memimpin di Usia 75 Tahun?

Guru Pensiun pada Usia 60, Mengapa Presiden Bisa Memimpin di Usia 75 Tahun?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:14 WIB

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Pemilik Warung di Kampar Bacok Pembeli Gegara Tanya Harga Mi Instan Berubah

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:04 WIB

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

5 Penyebab Wajah Makin Kusam dan Gatal Setelah Pakai Serum Vitamin C

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:02 WIB

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

The Ordinary Jackpot: Saat Duit Lotre Membungkam Bos Toksik

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Sinopsis Otoko Tomodachi, Film Jepang Terbaru Matsuoka Mayu dan Narita Ryo

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Health | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

×