Serba Ampuh dan Minim Biaya, Ini 5 Cara Redakan Stres Secara Mudah dan Sederhana

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 29 Mei 2021 | 16:25 WIB
Serba Ampuh dan Minim Biaya, Ini 5 Cara Redakan Stres Secara Mudah dan Sederhana
Ilustrasi Wanita Bahagia. (pexels.com/ArtHouse Studio)

Suara.com - Stres merupakan ketengan emosional atau fisik yang disebabkan oleh peristiwa dan pikiran apa pun yang memicu frustasi, kemarahan, atau kekhawatiran.

Sebagai bagian dari respon 'melawan atau lari', stres akan menyebabkan tubuh mengeluarkan kortisol dan adrenalin. Dua hormon tersebut akan membuat otot-otot tubuh lebih waspada, tegang, dan meningkatkan tekanan darah serta detak jantung.

Apabila stres tersebut dialami dalam jangka waktu lama hingga menyebabkannya menjadi kronis, maka akan berpengaruh buruk pada kesehatan Anda.

Karenanya, penting untuk mengetahui tehnik meredakan stres yang cocok untuk Anda lakukan di masa sulit, seperti:

1. Olahraga secara teratur

Dokter perawatan primer di Maine Integrative Family Care, Ben Hagopian, menjelaskan cara utama olahraga membantu menghilangkan stres adalah dengan meningkatkan endorfin, atau hormon bahagia.

Endorfin adalah hormon yang diproduksi secara alami oleh otak untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi stres. Olahraga juga akan menurunkan kadar hormon yang terkait dengan stres, seperti kortisol dan adrenalin.

Berolahraga saat tidak merasa stres juga dapat membantu tubuh Anda mengelolanya saat stres di waktu lain, lapor Insider.

Ilustrasi Olahraga di Rumah. (freepik)
Ilustrasi Olahraga di Rumah. (freepik)

2. Berlatih tehnik relaksasi

Mempraktikkan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam,
meditasi, atau yoga juga dapat membantu mengontrol stres.

Biasanya, saat stres, Anda bernapas lebih cepat dan mengambil napas pendek-pendek, karena jantung Anda berdegup kencang.

"Memperlambat detak jantung dengan berfokus pada napas dapat membantu," sambung Hagopian.

Hagopian merekomendasikan teknik yang disebut 4-7-8 pernapasan, di mana Anda menarik napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik dan kemudian buang napas selama 8 detik.

3. Tidur lebih banyak

Kurang tidur akan membuat Anda lebih sulit untuk menjalani hari-hari, termasuk stres. Faktanya, 21 persen orang dewasa melaporkan merasa lebih stres ketika mereka tidak cukup tidur.

Orang dewasa biasanya membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur. Tetapi bagi banyak orang, stres membuat lebih sulit untuk tertidur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stres Idap Tumor, Lansia di Mataram Tewas Gantung Diri

Stres Idap Tumor, Lansia di Mataram Tewas Gantung Diri

Bali | Jum'at, 28 Mei 2021 | 10:44 WIB

Cegah Kekambuhan, Pengidap Asma Wajib Kelola Stres di Masa Pandemi

Cegah Kekambuhan, Pengidap Asma Wajib Kelola Stres di Masa Pandemi

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 13:31 WIB

Redakan Stres hingga Nyeri, Simak Manfaat Mendongeng untuk Kesehatan Anak

Redakan Stres hingga Nyeri, Simak Manfaat Mendongeng untuk Kesehatan Anak

Health | Selasa, 25 Mei 2021 | 13:30 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB