Studi Kembali Buktikan Kerja Berlebih Bisa Picu Risiko Stroke dan Jantung

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:59 WIB
Studi Kembali Buktikan Kerja Berlebih Bisa Picu Risiko Stroke dan Jantung
Ilustrasi tenaga kesehatan mengalami burnout karena pandemi. (Dok. Elements Envato)

Suara.com - Tak enak badan tapi masih bisa bangun, bisa jalan dan masih bisa pergi ke kantor untuk bekerja? Tahan dulu. Kerja secara berlebihan terbukti bisa membahayakan tubuh dan kesehatan.

Tidak hanya itu saja, bekerja berlebihan juga meningkatkan risiko kematian dini.

Risiko ini diungkap oleh International Labour Organization (Organisasi Perburuhan Internasional) di mana angka kematian stroke dan penyakit jantung akibat bekerja telalu keras pada 2016 meningkat hingga 745.000 orang.

Lebih buruknya lagi, angka kematian akibat bekerja telah meningkat 29 persen sejak 2000.

Dikutip dari Healthline, kerja berlebih bisa menjadi masalah hidup dan mati. Kini di tengah pandemi Covid-19, bekerja dari rumah juga telah menjadi masalah yang serius.

“Teleworking telah menjadi norma di banyak industri, seringkali mengaburkan batas antara rumah dan pekerjaan. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi karyawan dan menutup operasi untuk menghemat uang, sehingga orang-orang yang masih bekerja dan digaji, bekerja lebih banyak,” ungkap Tedros Adhanom Ghebreyesus, PhD, direktur jenderal WHO.

Lewat laporan WHO lebih lanjut, orang yang bekerja secara berlebihan lebih dari 55 jam seminggu, dikatakan berisiko terkena stroke sebesar 35 persen, bahkan berakhir kematian.

Sementara itu, risiko penyakit jantung iskemik 17 persen lebih tinggi dibanding karyawan yang bekerja selama 35-40 jam selama seminggu.

Terlalu banyak bekerja tidak hanya menimbulkan masalah stroke dan juga jantung, tetapi beberapa gangguan-gangguan berikut:

  1. Psikologis: Merasa pusing, kesulitan memecahkan masalah, membuat kesalahan, dan mudah marah.
  2. Fisik: Mudah lelah, mengalami sakit kepala, merasa tegang, mual dan sakit perut.
  3. Emosional: Menjadi cemas dan khawatir sepanjang waktu, memiliki rasa takut pergi bekerja, dan merasa tidak berdaya.
  4. Interpersonal: Menghindari rekan kerja yang dulu pernah punya masalah, dan terlibat banyak konflik dengan orang-orang di tempat kerja.
  5. Perilaku: Lebih sering membuat banyak kesalahan, kurang tidur, minum lebih banyak alkohol, bahkan bisa berujung penggunaan narkoba.

Selain bekerja terlalu banyak bagi karyawan kantor, dikatakan bekerja berlebihan juga terjadi pada profesi perawat.

Selama pandemi Covid-19, kelompok perawat meningkatkan kelelahan yang tinggi dan kelelahan emosional sebesar 34 persen.

Efek ini terjadi ketika para pekerja perawat lebih banyak menghabiskan waktu bekerjanya di tempat area karantina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Cepat Tua, Salah Satunya Jarang Tersenyum!

Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Cepat Tua, Salah Satunya Jarang Tersenyum!

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 14:38 WIB

Cegah Serangan Stroke Kedua, Coba Ubah 5 Gaya Hidup Ini!

Cegah Serangan Stroke Kedua, Coba Ubah 5 Gaya Hidup Ini!

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 11:25 WIB

Vaksin Pfizer Diduga Picu Miokarditis, Kenali 5 Gejalanya

Vaksin Pfizer Diduga Picu Miokarditis, Kenali 5 Gejalanya

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 08:13 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB