Jumlah Orang yang Divaksinasi Covid-19 di Asia-Pasifik Kalah Jauh dari Amerika & Eropa

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 04 Juni 2021 | 17:15 WIB
Jumlah Orang yang Divaksinasi Covid-19 di Asia-Pasifik Kalah Jauh dari Amerika & Eropa
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Banyak negara dalam kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, sedang berjuang mengupayakan program vaksinasi Covid-19 ketika kasus infeksi semakin meningkat pesat. Bahkan, beberapa di antaranya sampai mencapai tingkat memecahkan rekor.

Negara-negara di Asia-Pasifik secara kolektif telah memberikan sekitar 23,8 dosis vaksin Covid-19 per 100 orang, berdasarkan analisis yang dikumpulkan dari situs statistik Our World in Data per satu Juni.

Itu jauh di bawah Amerika Utara sekitar 61,4 dosis per 100 orang daa Eropa 48,5 dosis per 100 orang.

Afrika merupakan wilayah dengan dorongan vaksinasi paling lambat, dan hanya 2,5 dosis yang diberikan untuk setiap 100 orang.

Menurut profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hong Kong Benjamin Cowling, banyak pemerintah nagara-negara di Asia memiliki masalah dalam mengamankan vaksin Covid-19.

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Dok: Mayora Group)

Selain itu, keberhasilan awal dalam menahan penyebaran virus corona di Asia kemungkinan telah membuat masyarakat menganggap vaksinasi sebagai tindakan yang kurang mendesak.

"Ketika kami memiliki kasus infeksi yang sangat sedikit dalam setahun terakhir, ada persepsi bahwa Covid tidak terlalu berisiko dan kami bisa tetap nol (kasus) jika kami hanya memakai masker, menjaga jarak, (maka) tidak terburu-buru untuk divaksinasi," jelas Cowling, dilansir CNBC.

Jadi menurutnya, keraguan telah menjadi masalah besar.

India, Nepal, Malaysia, Jepang, dan Taiwan termasuk ke dalam negara yang memecahkan rekor jumlah kasus harian tertinggi dalam sebulan terakhir.

Akibatnya, pemerintah setempat memberlakukan pembatasan baru sebagai upaya menurunkan kasus infeksi virus corona.

Ekonom di bank Prancis Natixis menyebut Indonesia, Thailand, Taiwan, Filipina, dan Vietnam sebagai negara yang masih gagal mendapatkan dosis yang diperlukan untuk imunisasi massal.

"Konon, permintaan tetap lemah dari masyarakat. Skeptisme terhadap vaksin yang baru dikembangkan tampaknya menjadi alasan umum keragu-raguan yang muncul secara global," tulis Natixis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Pelaku Usaha di Lampung Belum Jelas

Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong Pelaku Usaha di Lampung Belum Jelas

Lampung | Jum'at, 04 Juni 2021 | 13:58 WIB

Vaksinasi Lansia di Pringsewu, Dijemput Mobil Polisi Lalu Diberi Bingkisan

Vaksinasi Lansia di Pringsewu, Dijemput Mobil Polisi Lalu Diberi Bingkisan

Lampung | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:57 WIB

Sukseskan Vaksinasi Lansia, Ojol di Bandarlampung Ikut Berpartisipasi

Sukseskan Vaksinasi Lansia, Ojol di Bandarlampung Ikut Berpartisipasi

Otomotif | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:13 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB