alexametrics

Ilmuwan Temukan 2 Obat yang Dinilai Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ilmuwan Temukan 2 Obat yang Dinilai Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19
ilustrasi obat-obatan Covid-19 (Shutterstock)

Peneliti menggunakan sistem eksperimental untuk menyaring panel obat yang telah disetujui dalam penggunaan klinis.

Suara.com - Covid-19 terus merenggut nyawa di seluruh dunia dan menginfeksi jutaan orang lainnya. Meski sudah ada vaksin virus corona, langkah untuk mengobati pasien yang masih terinfeksi juga perlu dicari solusinya.

Mengingat kebutuhan ini, tim peneliti yang berbasis di Jepang, Amerika Serikat, dan Inggris meluncurkan proyek untuk mengembangkan terapi yang efektif bagi penderita Covid-19.

Dalam studi mereka, pertama-tama tim membuat sistem eksperimental untuk menyaring obat yang dapat membantu mengendalikan infeksi. Sistem ini menggunakan jenis sel VeroE6/TMPRSS2, yang dimanipulasi untuk secara efisien terinfeksi dan menghasilkan SARS-CoV-2.

Untuk menentukan apakah obat yang dipilih dapat melawan infeksi virus corona, peneliti hanya perlu memaparkan sel VeroE6/TMPRSS2 ke obat dan SARS-CoV-2. Mereka kemudian mengamati apakah obat tersebut dapat menghambat virus menginfeksi sel.

Baca Juga: Peneliti Bikin Alat Tes Antibodi Vaksin Covid-19, Hasilnya Keluar Kurang dari 5 Menit

Para peneliti menggunakan sistem eksperimental ini untuk menyaring panel obat yang telah disetujui dalam penggunaan klinis, termasuk obat-obatan seperti remdesivir dan klorokuin. Kedua obat itu telah disetujui atau sedang diuji coba sebagai pengobatan untuk Covid-19, lapor Eurekalert.

Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Untuk hasilnya, peneliti menemukan dua obat yang dapat menekan SARS-CoV-2 secara efektif, yakni cepharanthine, yang digunakan untuk mengobati peradangan, dan nelfinavir yang disetujui untuk pengobatan infeksi HIV.

Cepharanthine menghambat masuknya virus ke dalam sel dengan mencegah virus mengikat protein pada membran sel yang digunakan sebagai 'pintu gerbang'.

Sebaliknya, nelfinavir bekerja dengan mencegah virus bereplikasi di dalam sel dengan menghambat protein yang diandalkan virus untuk 'berkembang biak'.

Mengingat obat ini memiliki mekanisme antivirus yang berbeda, menggunakan keduanya secara bersama-sama dapat sangat efektif untuk pasien.

Baca Juga: Dampak Pandemi Covid-19: Perubahan Budaya Kerja di Perusahaan

Studi model komputasi memprediksi terapi kombinasi cepharanthine dan nelfinavir dapat mempercepat pembersihan SARS-CoV-2 dari paru-paru pasien hanya dalam 4,9 hari.

Menurut peneliti, pengembangan terapi dua obat ini dapat memberi dokter dan pasien pilihan pengobatan baru yang sangat dibutuhkan.

Komentar