alexametrics

Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Alhamdulillah Kita Masih Punya Cadangan Tempat Tidur

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Alhamdulillah Kita Masih Punya Cadangan Tempat Tidur
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / [Sekretariat Presiden]

Budi mengatakan, sejak awal Mei, Pemerintah sudah menyiapkan 72 ribu tempat tidur cadangan untuk rumah sakit rujukan Covid-19.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan adanya peningkatan kasus positif Covid-19 pasca musim liburan. Kondisi itu terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit yang semakin bertambah. 

Budi mengatakan, sejak awal Mei, Pemerintah sudah menyiapkan 72 ribu tempat tidur cadangan untuk rumah sakit rujukan Covid-19. Hingga 18 Mei lalu, batu sekutar 22 ribu yang terpakai.

"Sekarang memang ada peningkatan sampai 31 ribu. Tetapi Alhamdulillah kita masih memiliki cadangan tempat tidur isolasi," kata Budi dalam siaran virtual konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (7/6/2021).

Berdasarkan pengalaman dari waktu liburan sebelumnya, menurut Budi, puncak kenaikan kasus Covid akan terus terjadi hingha 5 sampai 7 minggu setelahnya. Sehingga kemungkinan dampak libur lebaran juga tanggal merah kemungkinan masih akan terlihat hingga awal bulan depan.

Baca Juga: Kabar Buruk Bagi Timnas Spanyol, Sang Kapten Positif Covid-19

Petugas medis melakukan tes usap kepada warga di lingkungan RT 004 RW 002 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas medis melakukan tes usap kepada warga di lingkungan RT 004 RW 002 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Memang ada beberapa daerah atau beberapa kluster yang terjadi peningkatan cukup tinggi. Contohnya di Kudus dan di Pangkalan. Khusus yang kudus sebelumnya rumah Sakit hanya terisi sekitar 40-an kemudian dalam satu setengah minggu terakhir naik cukup tinggi sampai sekitar 350. Semikian juga di Pangkalan yang tadinya tempat tidur isolasi terisi pasien sekitar 10-an sekarang juga dalam satu setengah minggu naik hingga 70 sampai 80-an," papar Budi.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan yang tinggi itu disebabkan peningkatan aktivitas masyarakat yang datang ke daerah tersebut.

"Karena memang Kudus adalah daerah ziarah, sementara Madura banyak tenaga migran Indonesia yang pulang dari negara tetangga," imbuhnya.

Untuk meringankan beban rumah sakit terhadap perawatan pasien Covid-19, pemerintah merujuk pasien dengan kondisi berat dan sedang ke kota terdekat. Budia mengatakan, pasien yang dirawat di Kudus kemudia  dirujuk ke Semarang. Sedangkan pasien di Pangkalan dipindahkan ke Surabaya.

"Ahamdulillah kapasitas rumah sakit di Semarang dan Surabaya cukup untuk bisa menerima rujukan dari daerah Kudus dan Pangkalan. Untuk mengurai dan meringankan beban rumah sakit di Kudus dan Bangkalan juga kita mengirimkan dokter yang bekerjasama dengan IDI dan perawat dengan Persatuan Perawat Indonesia untuk membantu tenaga medis yang ada di Kudus dan Surabaya yang cukup banyak juga terpapar," ucap Budi.

Baca Juga: Banyak Hoaks soal Covid-19, Satgas: Masyarakat Harus Cari Sumber yang Valid

Ia menyampaikan bahwa di Kudus ada sekitar 300-an lebih tenaga medis yang sudah terpapar Covid-19. Ia bersyukur seluruhnya sudah divaksinasi sehingga kondisi bisa lebih lebih baik.

Komentar