Hasil Penelitian: Anak Vegan Berisiko Osteoporosis dan Memiliki Tubuh Lebih Pendek

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 12:42 WIB
Hasil Penelitian: Anak Vegan Berisiko Osteoporosis dan Memiliki Tubuh Lebih Pendek
Anak vegan. (Pixabay)

Suara.com - Pola makan vegan atau hanya mengonsumsi makanan berbahan dasar nabati diyakini baik untuk kesehatan karena dapat meminimalkan beberapa risiko penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup, seperti penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak. Sebaliknya, pola makan vegan membuat tubuh anak lebih pendek dan lebih lemah sebagaimana yang diungkap dalam sebuah penelitian.

Mengutip Dailymail, Selasa (8/6/2021), penelitian ini dilakukan Institut Kesehatan Anak Great Ormond Street University College London yang mengingatkan orangtua perlu berhati-hati dengan risiko pola makan vegan untuk anak.

Penelitian tersebut menemukan anak berusia 5 hingga 10 tahun yang menjalani pola makan nabati, rata-rata lebih pendek 3 sentimeter dibandingkan anak yang tetap mengonsumsi daging.

Tidak hanya itu, tulang pada anak dengan pola makan vegan ditemukan lebih kecil dan kurang kuat, sehingga berisiko mengalami patah tulang dan osteoporosis di kemudian hari.

Hasil akhirnya, peneliti merekomendasikan anak dengan pola makan vegan harus diberi vitamin B12 dan suplemen vitamin D untuk mengurangi risiko kesehatan jangka panjang.

Dalam prosesnya, penelitian ini melibatkan 187 anak berusia 5 hingga 10 tahun yang sehat di Polandia. Dari jumlah tersebut, 63 anak merupakan vegetarian, 52 vegan, dan 72 anak di antaranya omnivora (pemakan segala daging, sayur, dan buah).

Peneliti menemukan bahwa anak vegan lebih pendek 3 sentimeter dibandingkan golongan anak lainnya, punya kandungan mineral dalam tulang 4 hingga 6 persen lebih rendah, dan 3 kali lebih berisiko kekurangan vitamin B12 daripada anak dengan pola makan omnivora.

"Ini berarti, kemungkinan saat mereka memasuki masa remaja, saat mereka membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhan tulang, mereka sudah mengalami defisit atau kekurangan nutrisi," jelas Profesor Mary Fewtrell sebagai salah satu peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Disantap Vegan, Simak Resep Sate Usus KW Nikmat Menggoda

Bisa Disantap Vegan, Simak Resep Sate Usus KW Nikmat Menggoda

Lifestyle | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:17 WIB

Mau Jadi Vegetarian Tapi Tak Bisa Lepas dari Daging? Coba Pola Diet Flexitarian

Mau Jadi Vegetarian Tapi Tak Bisa Lepas dari Daging? Coba Pola Diet Flexitarian

Lifestyle | Rabu, 26 Mei 2021 | 15:27 WIB

Curhat Pria Punya Pacar Vegan, Dituntut Tak Boleh Pelihara Kucing Lagi

Curhat Pria Punya Pacar Vegan, Dituntut Tak Boleh Pelihara Kucing Lagi

Lifestyle | Selasa, 11 Mei 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB