Seluruh Tubuh dan Kepala Terkena Semen Basah, Bocah 7 Tahun Alami Luka Bakar Kimiawi

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 08:38 WIB
Seluruh Tubuh dan Kepala Terkena Semen Basah, Bocah 7 Tahun Alami Luka Bakar Kimiawi
Ilustrasi adukan semen (Freepik)

Suara.com - Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang terjadi ketika anggota tubuh kita terkena semen basah? Walau terasa dingin saat disentuh, ternyata semen basah dapat membakar kulit kita.

Itulah yang terjadi pada seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun asal Tennessee, AS. Ia secara tidak sengaja terkena semen basah di seluruh tubuh dan kepalanya ketika ia bermain di dekat seorang anggota keluarga yang sedang mencampur dan menuangkan semen.

Bocah itu pun dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh tubuhnya terasa terbakar dan memerah. Perawat di rumah sakit membasuh kulitnya dengan zat organik polietilen glikol.

Ia kemudian dipindahkan ke Pusat Medis Universitas Vanderbilt di Nashville untuk dievaluasi apakah luka bakarnya memerlukan perawatan lebih lanjut, lapor Live Science.

Dokter mencatat sang anak mengalami luka bakar superfisial, atau luka bakar tingkat pertama, di kepala, leher, dan tubuhnya.

Ilustrasi adukan semen (Freepik)
Ilustrasi adukan semen (Freepik)

Walau sudah dibasuh dengan zat organik, ternyata campuran semen belum sepenuhnya hilang. Masih ada partikel yang menempel di kulit dan rambutnya.

Menurut laman National Capital Poison Center, semen basah sebenarnya tidak boleh dibiarkan terlalu lama menempel di kulit, sebab dapat menyebabkan luka bakar kimiawi parah.

Sebagian besar kandungan semen adalah senyawa kalsium oksida. Ketika dicampur dengan air, ini akan menjadi sangat basa, yang artinya memiliki pH tinggi.

Perlu diketahui, pH suatu zat diukur pada skala nol hingga 14, zat dengan pH rendah berarti bersifat asam, sedangkan pH tinggi bersifat basa.

"Semen basah dapat memiliki pH tinggi, yakni hingga 14," kata penulis studi kasus dari peneliti di Vanderbilt University.

Umumnya, hanya kontak lama dengan semen basah yang dapat menyebabkan luka bakar kimiawi atau saat semen menempel di kulit dalam waktu lama.

Waktu rata-rata antara paparan semen basah dan tanda-tanda luka bakar adalah enam jam. Karena waktu yang cukup lama ini, orang mungkin tidak menyadarinya.

"Semen basah seringkali merupakan penyebab luka bakar alkali yang kurang dikenali," sambung penulis. Apabila luka bakar cukup parah, pasien mungkin memerlukan pembedahan.

Dalam kasus ini, kulit sang anak terus dibasuh dengan air sampai semua partikel semen benar-benar hilang. Saat diperiksa kembali, ternyata anak tersebut tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

"Untungnya, pasien yang terlibat dalam kasus ini didekontaminasi cukup awal dan tidak diperlukan intervensi bedah," tulis penulis. Pasien bersangkutan pun keluar dari rumah sakit dan sembuh total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bule Prancis Korban Ledakan di Jimbaran Bali Alami Luka Bakar 88 Persen

Bule Prancis Korban Ledakan di Jimbaran Bali Alami Luka Bakar 88 Persen

Bali | Kamis, 03 Juni 2021 | 10:31 WIB

Kebakaran Hebat Gudang Minyak Tiner di Sragen, Tiga Orang Alami Luka Bakar

Kebakaran Hebat Gudang Minyak Tiner di Sragen, Tiga Orang Alami Luka Bakar

Surakarta | Jum'at, 21 Mei 2021 | 12:04 WIB

Kafe di Perumahan The Harvest City Terbakar, 9 Orang Alami Luka Bakar

Kafe di Perumahan The Harvest City Terbakar, 9 Orang Alami Luka Bakar

Bogor | Kamis, 20 Mei 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB