Paparan Sinar Matahari Picu Kadar Gula Darah Naik, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 09 Juni 2021 | 12:00 WIB
Paparan Sinar Matahari Picu Kadar Gula Darah Naik, Kok Bisa?
Paparan sinar matahari. (shutterstock)

Suara.com - Risiko seseorang menderita diabetes tipe 2 tergantung pada faktor genetik dan gaya hidup. Meskipun seseorang tidak bisa mengubah faktor risikonya, seperti riwayat keluarga, usia atau etnis, mereka bisa mengubah gaya hidupnya.

Tapi, banyak yang belum tahu bahwa paparan sinar matahari juga salah satu faktor risiko lain yang bisa meningkatkan kadar gula darah. Saat seseorang didiagnosis dengan diabetes tipe 2, mereka perlu memeriksanya secara rutin juga mengontrol kadar gula darahnya.

Banyak faktor gaya hidup yang bisa memengaruhi kadar gula darah, termasuk diet, aktivitas, stres atau penyakit lainnya. Memahami kondisi ini cukup rumit bak menyelesaikan teka-teko, karena beberapa faktor mengejutkan bisa meningkatkan kadar gula darah, termasuk paparan sinar matahari.

Banyak orang tidak menyadari bahwa sengatan sinar matahari bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Karena itu, penderita diabetes tipe 2harus berhati-hati ketika berada di bawah sinar matahari dan menghindari sengatannya.

Sunburn menyebabkan rasa sakit fisik dan membuat tubuh stres. Saat tubuh mengalami stres, kadar glukosa darah akan cenderung meningkat. Saat berada di bawah sinar matahari, tubuh Anda mengalami stres dan rutinitas normal akan terganggu.

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Kadar glukosa yang terkontrol dengan baik akan memberi Anda peluang untuk merespons lebih cepat dan menjaganya tetap terkendali. Berada di bawah sinar matahari juga bisa meningkatkan kadar glukosa darah akibat dehidrasi.

Saat tubuh merasa panas, tubuh akan mulai berkeringat dan menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi juga membuat tubuh stres dan menyebabkan kadar glukosa darah lebih tinggi.

Para ilmuwan memiliki hipotesis bahwa dehidrasi bisa menyebabkan peningkatan hormon vasopressin, yang mendorong ginjal untuk menahan air dan hati memproduksi gula darah, yang berpotensi mempengaruhi kemampuan tubuh mengatur insulin dari waktu ke waktu.

Berikut ini dilansir dari Express, beberapa tips untuk penderita diabetes tipe 2 ketika berada di bawah sinar matahari untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat.

  1. Gunakan tabur surya
  2. Kenakan kacamata hitam berperingat UV untuk melindungi mata
  3. Kenakan pakaian yang longgar, ringan dan berwarna terang
  4. Lindungi kepala, wajah dan leher menggunakan topi bertepi lebar
  5. Jangan bertelanjang kaki
  6. Hindari berada di bawah sinar matahari selama cuaca yang sangat panas
  7. Tetap menjaga tubuh terhidrasi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencantumkan pemicu mengejutkan yang bisa membuat gula darah melonjak, antara lain paparan sinar matahari, pemanis buatan, kopi, gangguan tidur dan tidak sarapan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM AS Menyetujui Obat Semaglutide sebagai Pengobatan Obesitas

BPOM AS Menyetujui Obat Semaglutide sebagai Pengobatan Obesitas

Health | Senin, 07 Juni 2021 | 07:43 WIB

Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2

Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:10 WIB

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Makan Buah dan Sayuran Terbukti Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:27 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB