alexametrics

Mengenai Terapi Monoklonal, Benarkah Efektif Mengobati Pasien Covid-19?

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Mengenai Terapi Monoklonal, Benarkah Efektif Mengobati Pasien Covid-19?
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Terapi monoklonal salah satu pengobatan yang cukup efektif mengatasi pasien virus corona Covid-19.

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah mengubah banyak kehidupan orang. Kini, sifat virus corona Covid-19 sudah sulit diprediksi, tetapi juga menyadarkan kita betapa mudahnya penyebaran virus tersebut.

Para ilmuwan dan ahli pun telah berusaha mencari solusi terbaik untuk mengatasi pandemi virus corona Covid-19. Sampai sekarang, terapi antibodi monoklonal merupakan terapi pengobatan terbaru yang untuk merawat pasien virus corona ringan hingga sedang.

Antibodi monoklonal adalah klon dari antibodi yang menargetkan satu antigen spesifik. Antibodi ini dibuat secara artifisial di laboratorium dan mengikat protein lonjakan virus corona Covid-19, mencegahnya masuk ke sel-sel sehat dan melindungi tubuh.

Kebanyakan orang yang sembuh dari virus corona mengembangkan antibodi terhadap virus corona Covid-19. Para ilmuwan Times of India, telah menemukan bahwa antibodi ini bertahan setidaknya selama 5-7 bulan setelah infeksi.

Baca Juga: Virus Corona Varian Delta Diduga Picu Diabetes Tipe Baru, Ini Kata Ahli!

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Tapi, apakah antibodi ini untuk mengobati pasien virus corona Covid-19?

Menurut laporan baru-baru ini, dua pasien virus corona Covid-19 di Rumah Sakit Sir Ganga Ram di New Delhi diberikan obat antibodi monoklonal. Setelah terapi, mereka pulih dari penyakit dan dipulangkan dalam waktu 12 jam setelah diberikan dosis.

Sesuai siaran pers oleh rumah sakit, seorang petugas kesehatan berusia 36 tahun dengan demam tinggi, batuk, mialgia, kelemahan parah dan leukopenia diberikan REGCov2 (Casirivimab dan Imdevimab) pada hari keenam infeksi.

"Parameter pasien membaik dalam 12 jam dan dipulangkan," jelas laporan tersebut.

Meskipun terapi monoklonal ini nampaknya bekerja di antara pasien virus corona Covid-19. Tapi, terapi ini tidak dianjurkan untuk pasien yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus corona yang parah.

Baca Juga: CDC Maine Laporkan 8 Orang Kena Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19

Mereka yang mendapat dukungan perawatan oksigen kritis atau memiliki komorbiditas terkait non-Covid-19 lainnya tidak boleh diberikan obat koktail antibodi. Terapi ini hanya digunakan untuk mengobati kasus ringan hingga sedang untuk mengurangi kemungkinan rawat inap dan infeksi parah.

Komentar