alexametrics

Waspada, Berikut 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Picu Stroke

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana
Waspada, Berikut 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Picu Stroke
Penyakit stroke (Shutterstock)

Sering tak disadari, namun beberapa kebiasaan berikut bisa memicu stroke

Suara.com - Stroke terjadi ketika penyumbatan atau pendarahan pembuluh darah mengganggu atau cenderung mengurangi suplai darah ke otak. Faktanya, orang-orang dari berbagai kelompok umur bisa menderita kondisi ini. 

Melansir dari Healthsots, Dr Pavan Pai, ahli saraf, Rumah Sakit Wockhardt, Mumbai menyatakan bahwa aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan stroke. Dalam hal ini, berikut aktivitas yang dapat memicu stroke, antara lain:

Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)
Ilustrasi wanita minum alkohol (Pixabay/Concord90)

1. Merokok

Di antara 1 dari 10 stroke terkait dengan merokok. Berhenti merokok akan mengurangi risiko stroke akan berdampak positif bagi kesehatan orang-orang yang tinggal di sekitar Anda. 

Baca Juga: Jangan Tambahkan Ini ke Kopi Jika Tidak Ingin Stroke dan Obesitas

2. Pola makan

Lebih dari 1 dari 4 stroke terkait dengan kadar kolesterol "jahat" tinggi di mana mengakibatkan penyumbatan arteri otak. Makan rendah lemak jenuh, menghindari makanan olahan, dan olahraga akan membantu mengurangi risiko ini. 

3. Gaya hidup menetap

Lebih dari sepertiga dari semua stroke terjadi pada orang yang tidak cukup berolahraga yang kemudian menyebabkan obesitas dan resistensi insulin. Olahraga ringan 20-30 menit lima kali seminggu akan mengurangi risiko stroke.

4. Asupan alkohol

Baca Juga: Darah Tinggi pada Ibu Hamil Pengaruhi Risiko Stroke Anak di Masa Depan

Lebih dari satu juta stroke setiap tahun terkait dengan konsumsi alkohol yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi yang mengakibatkan stroke arteri dan vena.

5. Stres dan depresi

Hampir 1 dari 6 stroke terkait dengan kesehatan mental. Stres dapat mendatangkan malapetaka pada kesehatan Anda yang pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar gula. Mengelola stres, depresi, kemarahan, dan kecemasan semuanya penting untuk mengurangi risiko stroke.

Komentar