Studi: Memaksa Masyarakat Vaksin Covid-19 Justru Bikin Mereka Tidak Mau Melakukannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 13 Juni 2021 | 15:31 WIB
Studi: Memaksa Masyarakat Vaksin Covid-19 Justru Bikin Mereka Tidak Mau Melakukannya
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu bentuk perlindungan diri terhadap virus corona. Meski begitu, bukan berarti orang yang sudah divaksin tidak akan terkena infeksi.

Semua negara, termasuk Indonesia, mewajibkan seluruh masyarakatnya untuk vaksin Covid-19. Ini dilakukan demi terciptanya herd immunity sehingga kasus infeksi dapat ditekan.

Namun ternyata, memaksa orang untuk menjalani vaksinasi justru menghasilkan kontra-produktif, menurut sebuah studi baru.

Penelitian mengamati survei yang dilakukan terhadap 2.653 penduduk selama gelombang pertama dan kedua pandemi di Jerman. Para peneliti menganalisis bagaimana sikap masyarakat berubah dari waktu ke waktu selama 2020.

Responden ditanya seberapa besar kemungkinan mereka akan vaksin, jika didasarkan pada paksaan hukum atau melakukannya secara sukarela.

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Dok: Mayora Group)

Hasilnya menunjukkan, responden cenderung akan vaksinasi jika mereka tidak diwajibkan melakukannya.

Peneliti berpendapat bahwa memaksa orang untuk vaksinasi dapat menghilangkan hak mereka untuk berbuat baik (yakni dengan vaksinasi), dianggap terlalu mengontrol dan mengurangi kepercayaan pada vaksin.

"Karena, 'jika vaksin itu aman dan efektif, mengapa penegakan hukum diperlukan?'," tulis psikolog dan ekonom perilaku Katrin Schmelz, dari University of Konstanz, Jerman, dilansir Science Alert.

Meski begitu, Katrin Schmelz, mengakui bahwa wajib vaksin mungkin harus berperan di negara-negara dan dalam situasi tertentu, seperti tingkat vaksinasi sangat rendah. Tetapi, pendekatan tersebut harus dilalukan secara hati-hati.

baca juga

Temuan di sini dapat berguna dalam skenario apa pun di mana para pemimpin ingin mengubah pikiran masyarakatnya, dari mempromosikan gaya hidup rendah karbon hingga meningkatkan toleransi di antara masyarakat.

"Ada banyak kasus di mana kepatuhan warga negara secara sukarela terhadap suatu kebijakan sangat penting karena kapasitas penegakan negara terbatas, dan karena hasilnya mungkin bergantung pada cara kebijakan itu sendiri mengubah keyakinan dan preferensi warga negara," imbuh Schmelz.

"Terkadang pendekatan yang lebih lembut lebih baik," kata dia kemudian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.209 Guru di Bogor Belum Vaksinasi Covid-19 Jelang Pembelajaran Tatap Muka

1.209 Guru di Bogor Belum Vaksinasi Covid-19 Jelang Pembelajaran Tatap Muka

Bogor | Minggu, 13 Juni 2021 | 15:10 WIB

Hari Ini Warga Batam Vaksinasi COVID-19 di GOR Temenggung Abdul Jamal

Hari Ini Warga Batam Vaksinasi COVID-19 di GOR Temenggung Abdul Jamal

Batam | Minggu, 13 Juni 2021 | 13:42 WIB

Pelabuhan se-Kepulauan Riau Perlu Siapkan Sentra Vaksinasi COVID-19

Pelabuhan se-Kepulauan Riau Perlu Siapkan Sentra Vaksinasi COVID-19

Batam | Minggu, 13 Juni 2021 | 11:08 WIB

Terkini

Punya Kucing di Rumah, Kenapa Interior Juga Perlu Ikut Beradaptasi?

Punya Kucing di Rumah, Kenapa Interior Juga Perlu Ikut Beradaptasi?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Dividen Jumbo BMRI Bikin Investor Ngiler, Sahamnya Masih Murah?

Dividen Jumbo BMRI Bikin Investor Ngiler, Sahamnya Masih Murah?

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Love and Deepspace Rilis Event Baru, Pemain Bisa Pilih 3 Memory 5-Star

Love and Deepspace Rilis Event Baru, Pemain Bisa Pilih 3 Memory 5-Star

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31 WIB

Urutan Shio Paling Pantang Menyerah dan Gampang Bangkit dari Kebangkrutan

Urutan Shio Paling Pantang Menyerah dan Gampang Bangkit dari Kebangkrutan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua

Berniat Bongkar Dinding, Kakek 69 Tahun di Magetan Tewas Tertimpa Tembok Rumah Tua

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Bangun Kedaulatan Warga, Lingkar Keadilan Ruang Gagas Riset Konsumsi

Bangun Kedaulatan Warga, Lingkar Keadilan Ruang Gagas Riset Konsumsi

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Menolak Promosi Demi Hidup Tenang: Mengenal Tren Career Minimalism di Dunia Kerja

Menolak Promosi Demi Hidup Tenang: Mengenal Tren Career Minimalism di Dunia Kerja

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas

Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:16 WIB

×