alexametrics

1 dari 3 Warga DKI Ragu dengan Kemanjuran Vaksin Covid-19, Ini Tanggapan Apik Dinkes

Risna Halidi | Lilis Varwati
1 dari 3 Warga DKI Ragu dengan Kemanjuran Vaksin Covid-19, Ini Tanggapan Apik Dinkes
Vaksin (Pixabay)

Dari hasil survei yang dilakukan Lapor Covid-19 ditemukan bahwa 34 persen warga ibukota khawatir vaksin Covid-19 tidak manjur.

Suara.com - Sebuah hasil survei menunjukkan sepertiga atau 1 dari 3 orang warga Jakarta merasa ragu vaksin Covid-19 manjur mencegah infeksi yang disebabkan virus corona baru.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Lies Dwi meminta masyarakat yang masih khawatir dengan efiktivitas vaksin untuk tetap taat protokol kesehatan. 

"Masih ada kelompok yang khawatir bahwa vaksin tidak manjur, kita jadikan ini sebagai sebuah kesempatan supaya orang memang akan tetap lakukan protokol kesehatan 5M," kata Lies dalam webinar daring, Minggu (14/6/2021) kemarin.

Ia menambahkan, meski telah disuntik vaksin, prinsipnya seseorang memang tetap harus melakukan protokol kesehatan. Karenanya, menurut Lies, kekhawatiran warga masih bisa diarahkan untuk memiliki persepsi taat melakukan protokol kesehatan (prokes).

Baca Juga: Kepulauan Seribu Jadi Wilayah Jakarta yang Paling Ragu dengan Vaksin Covid-19

"Kita bisa mengubah persepsi sebagai aksi yang positif. Kita bisa membuat mereka sebagai pembawa pesan bahwa 5M harus dijalankan walaupun sudah divaksin," ucapnya.

Dari hasil survei yang dilakukan Lapor Covid-19 ditemukan bahwa 34 persen warga ibukota khawatir vaksin Covid-19 tidak manjur. Sementara yang percaya vaksin Covid-19 manjur jumlahnya hanya sedikit lebih banyak.

"Masih ada yang khawatir bahwa vaksin ini tidak manjur. Yang clear menyatakan khawatir tidak manjur ada total 34 persen dan ada 37 persen tidak setuju kalau vaksin tidak manjur. Sementara yang masib ragu-ragu 29 persen," kata peneliti Lapor Covid Dicky Pelupessy dalam konferensi pers daring, Minggu (13/6/2021).

Masih ada juga yang meragukan kehalalan vaksin Covid-19. Dicky menyampaikan, angka warga yang maish ragu mencapai 23 persen. Sementara yang tidak khawatir terkait kehalalan vaksin mencapai 53 persen dan yang masih ragu-ragu 23 persen. 

Tak jauh berbeda dengan hasil survei terkait kekhawatiran Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Jumlah responden yang menyatakan khawatir terkena efek samping vaksin Covid-19 sebanyak 32 persen, 24 persen lainnya masih ragu. Sementara yang tidak khawatir ada 44 persen.

Baca Juga: Demi Vaksin Covid-19, Seorang Lansia di Malaysia Rela Jalan Kaki Sejauh 3 Km

"Melihat secara keseluruhan angkanya sekitar sepertiga atau 1 dari 3 orang Jakarta yang khawatir vaksin haram, kemudian khawatir vaksin tidak manjur, dan khawatir terkena efek samping," ucapnya.

Komentar