Studi: Infeksi Ulang Covid-19 Hanya Mencapai Kurang dari Satu Persen

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:06 WIB
Studi: Infeksi Ulang Covid-19 Hanya Mencapai Kurang dari Satu Persen
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa infeksi ulang Covid-19 kemungkinannya cukup kecil. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari University of Missouri School of Medicine dan MU Health Care.

Melansir dari Medical Xpress, tinjauan terhadap lebih dari 9.000 pasien Amerika Serikat (AS) dengan infeksi Covid-19 parah menunjukkan bahwa hanya kurang dari 1 persen terinfeksi kembali. Infeksi ulang yang terjadi rata-rata 3,5 bulan setelah tes positif awal. 

Para peneliti bekerja sama dengan MU Institute for Data Science and Informatics dan Tiger Institute for Health Innovation untuk meninjau data dari 62 fasilitas perawatan kesehatan AS. Mereka menemukan 63 dari 9.119 pasien (0,7 persen) dengan infeksi Covid-19 parah tertular virus untuk kedua kalinya dengan periode infeksi ulang rata-rata 116 hari. 

Dari 63 yang terinfeksi ulang, dua (3,2 persen) meninggal. Pasien yang dikategorikan sebagai non-kulit putih memiliki risiko infeksi ulang yang lebih besar daripada pasien kulit putih.

"Analisis kami juga menemukan ketergantungan asma dan nikotin dikaitkan dengan infeksi ulang," kata pemimpin peneliti Adnan I. Qureshi, MD, seorang profesor neurologi klinis di MU School of Medicine.

"Namun, ada tingkat pneumonia, gagal jantung, dan cedera ginjal akut yang jauh lebih rendah yang diamati dengan infeksi ulang dibandingkan dengan infeksi awal," imbuhnya. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)


Qureshi mendefinisikan infeksi ulang dengan dua tes positif yang dipisahkan dalam interval lebih dari 90 hari setelah infeksi awal. Dia menganalisis data dari pasien yang menerima tes serial antara Desember 2019 hingga November 2020.

"Ini adalah salah satu studi terbesar dari jenisnya di AS, dan pesan penting di sini adalah bahwa infeksi ulang Covid-19 setelah kasus awal mungkin terjadi,dan durasi kekebalan yang diberikan oleh infeksi awal tidak sepenuhnya jelas," kata Qureshi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Potret Bunga Citra Lestari Isolasi Mandiri, Berjemur Bareng Dena Rachman

6 Potret Bunga Citra Lestari Isolasi Mandiri, Berjemur Bareng Dena Rachman

Entertainment | Rabu, 16 Juni 2021 | 14:48 WIB

Corona Makin Ganas, Kemendikbudristek Tetap Dorong Buka Sekolah untuk PTM Terbatas

Corona Makin Ganas, Kemendikbudristek Tetap Dorong Buka Sekolah untuk PTM Terbatas

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 14:44 WIB

Bandung Raya Siaga 1 COVID-19, Objek Wisata di KBB Masih Buka

Bandung Raya Siaga 1 COVID-19, Objek Wisata di KBB Masih Buka

Jabar | Rabu, 16 Juni 2021 | 14:42 WIB

Terkini

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

×