Tips Agar Jantung Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:35 WIB
Tips Agar Jantung Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19
Serangan Jantung (Envato)

Suara.com - Menjaga kesehatan dan diri dari dari risiko penularan virus corona Covid-19 memang penting. Tapi yang seringkali banyak terlupa juga dan terabaikan, ialah menjaga diri tetap sehat agar terhindari dari penyakit jantung dan penyakit tidak menular lainnya.

Oleh karena itu, penting juga mengenal dan mengendalikan faktor risiko penyakit jantung, risiko penyakit pembuluh darah lainnya, serta risiko penyakit paru-paru selain Covid-19.

Hal tersebut karena penyakit jantung merupakan penyakit dengan komplikasi serius dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Selain itu, kasus penyakit jantung di masyarakat masih terbilang tinggi sepanjang waktu, termasuk di masa pandemi.

Data Kementerian Kesehatan mengungkap, angka prevalensi kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) selama 2013-2018 meningkat sampai 34 persen di Indonesia. Jenis PTM ada banyak, sebagai contoh, stroke, diabetes, hipertensi, rematik, asma, alergi, depresi.

Sejak tahun 2015, data juga menunjukkan bahwa empat penyakit teratas penyebab kecacatan, kesakitan dan kematian adalah stroke, penyakit jantung iskemik, kanker dan diabetes mellitus (DM).

Bahkan, data terakhir dari litbangkes juga menunjukkan hal serupa yaitu 60 persen penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia disebabkan oleh PTM.

Empat dari lima penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini adalah penyakit tidak menular, salah satunya adalah penyakit jantung koroner yaitu mencapai sekitar 12,9 persen.

Penyakit jantung sendiri terdiri atas berbagai jenis dan faktor penyebabnya. Jenis penyakit jantung yang sering ditemukan di masyarakat meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama jantung (aritmia), dan penyakit katup jantung.

baca juga

"Biasanya penyakit jantung dipicu oleh sejumlah penyebab yang meliputi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi atau diubah (jenis kelamin, usia, genetik, riwayat keluarga) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi terkait gaya hidup yang kurang sehat, “tutur dr Perhentian Ginting Sp.JP.FIHA., dalam keterangannya, Rabu, (16/6/2021). 

Ia melanjutkan, bahwa cara mengurangi resiko penyakit jantung yaitu dengan melakukan gaya hidup sehat seperti : makan dan minum yang menyehatkan, olahraga teratur dengan intensitas yang cukup (tidak berlebihan) dan menghindari rokok, perokok aktif maupun pasif, (sesuai rekomendasi WHO pada world heart day 2020) dan deteksi dini secara periodik melalui skrining jantung. "deteksi dini efektif mengurangi resiko terkena gejala serangan jantung dan menghindari mahalnya biaya pengobatan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lockdown Dicabut, Taj Mahal India Dibuka Kembali untuk Turis

Lockdown Dicabut, Taj Mahal India Dibuka Kembali untuk Turis

News | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:04 WIB

Siapkan Diri, Ini Tips Hilangkan Gugup Sebelum Divaksinasi Covid-19

Siapkan Diri, Ini Tips Hilangkan Gugup Sebelum Divaksinasi Covid-19

Health | Rabu, 16 Juni 2021 | 12:03 WIB

Wanita Ini Tewas Saat Malam Pertama Gegera Serangan Jantung

Wanita Ini Tewas Saat Malam Pertama Gegera Serangan Jantung

Sumbar | Rabu, 16 Juni 2021 | 10:15 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×