Kebijakan Gas-Rem ala Indonesia Dianggap Gagal Tangani Covid-19, Pakar: Lockdown!

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 20 Juni 2021 | 14:55 WIB
Kebijakan Gas-Rem ala Indonesia Dianggap Gagal Tangani Covid-19, Pakar: Lockdown!
Keluarga dan petugas menshalatkan jenazah pasien COVID-19 sebelum dimakamkan di TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (18/6/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Suara.com - Kebijakan pemerintah dalam menerapkan gas dan rem dalam penanganan Covid-19 dikritik dan dianggap tidak efektif.

Kata Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia atau IAKMI - Hermawan Saputra, konsep gas rem tidak akan bisa mengeluarkan Indonesia dari kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang.

"Kebijakan rem-gas, rem-gas itu adalah kebijakan yang terkatung-katung. Hanya membuat kita menunda waktu saja karena tidak mampu memutus mata rantai Covid. Tidak mungkin kita memenangkan dua-duanya, kesehatan kembali pulih dan ekonomi kembali pulih," katanya dalam acara webinar bersama Lapor Covid, Minggu (20/6/2021).

Hermawan mengatakan, pemerintah perlu menentukan aspek prioritas dan memiliki inisiatif agar mampu memutus mata rantai penularan Covid-19.

Melihat kondisi yang terjadi saat ini, ia menyarankan pemerintah berani membuat sikap radikal dengan memberlakukan lockdown atau PSBB total secara nasional.

"Negara yang mayoritas sudah memutus mata rantai juga lakukan lockdown," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih berada dalam gelombang pertama paparan Covid-19. Kondisi itu terlihat dari positivity rate yang masih di atas 10 persen sejak awal pandemi.

Selain itu insidensi angka harian juga masih ribuan bahkan di atas 10.000 dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan penelusuran para epidemiologi terkait tracing, testing, dan treatment (3T) yang dilakukan selama 15 bulan terakhir, Hermawan menyampaikan masih belum cukup.

baca juga

Tindakan testing dan tracing masih sekitar 100.000 spesimen per hari dengan hanya 40 sampai 60 persen laboratorium yang berfungsi dengan baik dan melaporkan laporan harian kasus positif secara nasional.

Faktor lainnya yakni terkait dengan lambatnya program vaksinasi Covid-19 dan kejenuhan masyarakat dalam situasi pandemi. Menurut Hermawan, meskipun masyarakat sudah lebih paham terkait informasi Covid-19 tetapi tidak didukung dengan sikap dalam pencegahan infeksi.

"Jadi semua indikator menunjukkan kita masih di gelombang pertama. Masih jauh dari kata terkendali. Mudah-mudahan kita masih bisa menemukan puncak kasus. Karena sejujurnya kita belum pada puncak kasus juga lereng tanjakan masih jauh," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakes Mulai Tumbang Terpapar Covid-19, Dinkes DIY Minta Warga Disiplin Terapkan Prokes

Nakes Mulai Tumbang Terpapar Covid-19, Dinkes DIY Minta Warga Disiplin Terapkan Prokes

Jogja | Minggu, 20 Juni 2021 | 13:48 WIB

Sudah Tiba Hari Ini, Indonesia Tambah 10 Juta Bulk Vaksin Covid-19 Merek Sinovac

Sudah Tiba Hari Ini, Indonesia Tambah 10 Juta Bulk Vaksin Covid-19 Merek Sinovac

Health | Minggu, 20 Juni 2021 | 13:39 WIB

Taman Wisata Candi Prambanan Ditutup Sementara

Taman Wisata Candi Prambanan Ditutup Sementara

Foto | Minggu, 20 Juni 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026

Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman

Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:29 WIB

SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September

SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:27 WIB

HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia

HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia

Kaltim | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26 WIB

PDIP Sambut Prabowonomics Berbasis Marhaenisme, Minta Bukti Keberpihakan pada Rakyat

PDIP Sambut Prabowonomics Berbasis Marhaenisme, Minta Bukti Keberpihakan pada Rakyat

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Mau Tambah Anggaran Bea Cukai Rp 1 Miliar Lebih, Dianggap Kinerjanya Makin Baik

Purbaya Mau Tambah Anggaran Bea Cukai Rp 1 Miliar Lebih, Dianggap Kinerjanya Makin Baik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar

Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Mimpi Punya Kendaraan Baru Kandas? Kenali Penyebab Pengajuan Kredit Mobil Ditolak Leasing

Mimpi Punya Kendaraan Baru Kandas? Kenali Penyebab Pengajuan Kredit Mobil Ditolak Leasing

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Plafon Berjatuhan, Gedung Berguncang! Turis Belanda Ungkap Momen Mengerikan Saat Gempa NTT

Plafon Berjatuhan, Gedung Berguncang! Turis Belanda Ungkap Momen Mengerikan Saat Gempa NTT

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:07 WIB

5 Body Wash dengan Scrub Halus untuk Perawatan Kulit Bersih Menyeluruh

5 Body Wash dengan Scrub Halus untuk Perawatan Kulit Bersih Menyeluruh

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00 WIB

×