Anak Putus Sekolah Rentan Alami Praktik Perkawinan Anak

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Minggu, 20 Juni 2021 | 15:59 WIB
Anak Putus Sekolah Rentan Alami Praktik Perkawinan Anak
Ilustrasi perkawinan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Praktik perkawinan anak masih banyak terjadi terutama di daerah dengan akses pendidikan yang minim.

Parahnya, praktik perkawinan anak kerap didasari doktrin dan tafsir agama serta diperburuk dengan tingginya angka putus sekolah di daerah.

Menurut Dosen Sosiologi UIN Jakarta Dr. Ida Rosyidah, sekitar 7,4 juta anak dunia terpaksa mengalami perkawinan anak. Adapun yang paling berisiko terkena praktik perkawinan anak adalah perempuan dibanding laki-laki.

"Di sini kita lihat lebih banyak anak perempuan yang berisiko dibanding laki-laki. Sebaran wilayahnya lebih banyak di Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, NTB, Maluku, Papua dan Sumatera," ungkapnya pada acara webinar Kajian Gender, beberapa waktu lalu.

Saat praktik perkawinan anak terjadi, kata Ida Rosyidah, hal tersebut bisa bermasalah pada kesehatan reproduksi anak karena mereka belum siap.

Masalah kesehatan reproduksi itu misalnya perdarahan, angka kematian ibu meningkat, dan juga angka kematian bayi. "Itu terjadi karena adanya ketidaksiapan dalam persalinan dan juga kesehatan reproduksinya," tambahnya.

Di wilayah NTB, ia mengatakan bagaimana tingkat perkawinan anak pada kelompok anak sekolah dasar dan menengah SMP masih amat tinggi. Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki anak.

"Saya beberapa kali riset tentang perkawinan anak, seringkali saya tanya ‘ini adiknya ya?, Bukan Bu ini anak saya.' Jadi mereka ini masih muda dan belum pantas memiliki tanggung jawab sebesar itu. Seperti membesarkan anak dan mencari dana pendapatan hidup. Itu menjadi miris karena mereka belum siap,” jelasnya.

Ia mengatakan, kematangan pikiran dan jiwa sebelum menikah sangatlah penting. Terlebih, ada ujian hidup di mana relasi hubungan suami-istri merupakan peran besar yang menuntut pelakunya menemukan solusi.

baca juga

"Diharapkan anak sudah memiliki kematangan pemikiran dan jiwa, sehingga ketika menghadapi persoalan hidup, mereka siap," ungkapnya lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkawinan Anak Terus Meningkat, Apa Saja Faktornya?

Perkawinan Anak Terus Meningkat, Apa Saja Faktornya?

Lifestyle | Sabtu, 19 Juni 2021 | 18:31 WIB

Pertontonkan Perkawinan Anak, KPI Didesak Hentikan Sinetron Suara Hati Istri

Pertontonkan Perkawinan Anak, KPI Didesak Hentikan Sinetron Suara Hati Istri

News | Rabu, 02 Juni 2021 | 15:17 WIB

Dinilai Memonetasi Perkawinan Anak, Sinetron Suara Hati Istri Panen Kecaman

Dinilai Memonetasi Perkawinan Anak, Sinetron Suara Hati Istri Panen Kecaman

Jabar | Rabu, 02 Juni 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×