Studi: Peminum Kopi Lebih Kecil Kemungkinannya Mengalami Penyakit Hati

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Selasa, 22 Juni 2021 | 18:55 WIB
Studi: Peminum Kopi Lebih Kecil Kemungkinannya Mengalami Penyakit Hati
Minum Kopi (Envato)

Suara.com - Minum kopi yang berkafein, baik giling maupun instan atau tanpa kafein dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit hati kronis. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka BMC Public Health.

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti di Universitas Southampton dan Edinburgh, Inggris menemukan bahwa minum kopi jenis apapun dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan dan kematian akibat penyakit hati kronis.

Para penulis mempelajari data UK Biobank pada 495.585 peserta dengan konsumsi kopi. Mereka diikuti selama rata-rata 10,7 tahun untuk memantau siapa yang mengembangkan penyakit hati kronis dan kondisi hati terkait.

Dari semua peserta yang termasuk dalam penelitian ini, 78 persen (384.818) mengonsumsi kopi bubuk atau kopi instan atau tanpa kafein, sementara 22 persen (109.767) tidak minum kopi jenis apapun. Selama masa studi, ada 3.600 kasus penyakit hati kronis, termasuk 301 kematian. 

Selain itu, ada 5.439 kasus penyakit hati kronis atau steatosis (penumpukan lemak di hati yang juga dikenal sebagai penyakit hati berlemak), dan 184 kasus karsinoma hepatoseluler yang merupalam sejenis kanker hati.

Dibandingkan dengan non-peminum kopi, peminum kopi memiliki 21 persen penurunan risiko penyakit hati kronis, 20 persen penurunan risiko penyakit hati kronis atau berlemak, dan 49 persen penurunan risiko kematian akibat penyakit hati kronis. 

Manfaat maksimal terlihat pada kelompok yang minum kopi bubuk di mana mengandung bahan Kahweol dan cafestol tingkat tinggi yang telah terbukti bermanfaat melawan penyakit hati kronis pada hewan. Kopi instan yang memiliki kadar Kahweol dan cafestol yang rendah juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit hati kronis. 

Ilustrasi pasangan minum kopi (Unsplash/@taylormae)
Ilustrasi pasangan minum kopi (Unsplash/@taylormae)


Meskipun begitu, para penulis penelitian mengingatkan bahwa penelitian ini tidak memperhitungkan perubahan apapun dalam jumlah atau jenis kopi yang mereka konsumsi selama periode penelitian 10,7 tahun.

Selain itu, peserta didominasi kulit putih dan dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih tinggi, sehingga temuan ini mungkin sulit untuk digeneralisasi ke negara dan populasi lain.

baca juga

Para penulis menyarankan bahwa penelitian di masa depan dapat menguji hubungan antara kopi dan penyakit hati dengan kontrol yang lebih ketat terhadap jumlah kopi yang dikonsumsi.

Mereka juga mengusulkan untuk memvalidasi temuan mereka dalam kelompok peserta yang lebih beragam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Hal Baik yang Didapat dari Minum Kopi, Bisa Turunkan Berat Badan Juga

3 Hal Baik yang Didapat dari Minum Kopi, Bisa Turunkan Berat Badan Juga

Your Say | Selasa, 22 Juni 2021 | 14:55 WIB

Pelaku yang Bunuh Pekerja Air Mineral di Medan Ditembak Polisi, Motifnya Ternyata...

Pelaku yang Bunuh Pekerja Air Mineral di Medan Ditembak Polisi, Motifnya Ternyata...

Sumut | Selasa, 22 Juni 2021 | 12:49 WIB

7 Potret Terkini Gary Iskak Jalani Perawatan, Alami Gangguan Fungsi Hati

7 Potret Terkini Gary Iskak Jalani Perawatan, Alami Gangguan Fungsi Hati

Entertainment | Selasa, 22 Juni 2021 | 07:31 WIB

Terkini

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Saja Punya 28 Menteri

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:31 WIB

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Kia Tarik Puluhan Ribu Unit EV9 Akibat Gangguan Sistem Keamanan

Kia Tarik Puluhan Ribu Unit EV9 Akibat Gangguan Sistem Keamanan

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:30 WIB

The Bricklayer Malam Ini: Ketika Mantan Pembunuh Bayaran Dipaksa Tinggalkan Semen demi Senjata

The Bricklayer Malam Ini: Ketika Mantan Pembunuh Bayaran Dipaksa Tinggalkan Semen demi Senjata

Entertainment | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lewat Kinerja Triwulan II 2026, BRI Cetak Laba Rp31,2 Triliun dan Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Batam | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir

Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Prabowo Resmi Terima Kartu Anggota NU: Aku dari Dulu Minta

Prabowo Resmi Terima Kartu Anggota NU: Aku dari Dulu Minta

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Tunggu Dinamika Pasar, Pelaku Industri Mulai Tahan Ekspansi

Tunggu Dinamika Pasar, Pelaku Industri Mulai Tahan Ekspansi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Alasan Baru Amerika Serang Iran Lagi, Bukan Lagi Soal Nuklir

Alasan Baru Amerika Serang Iran Lagi, Bukan Lagi Soal Nuklir

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:21 WIB

BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp31,2 Triliun di T2 2026

BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp31,2 Triliun di T2 2026

Bali | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:20 WIB

×