Tujuh Juta Balita di Indonesia Alami Stunting, Begini Kiat Pencegahannya Menurut DKT

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Kamis, 24 Juni 2021 | 17:25 WIB
Tujuh Juta Balita di Indonesia Alami Stunting, Begini  Kiat Pencegahannya Menurut DKT
Ilustrasi tinggi badan anak, tubuh pendek atau stunting. ( Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak Indonesia di bawah usia lima tahun (balita) berisiko mengalami stunting. Setidaknya ada tujuh juta balita di Indonesia mengalami stunting, kondisi gagal tumbuh, dan kerdil. 

Menurut UNICEF, Indonesia menjadi salah satu negara dengan beban stunting pada anak tertinggi di dunia. Tak mengherankan bahwa stunting menjadi prioritas kesehatan utama 

Dari rilis dari DKT Indonesia, diperkirakan bahwa pandemi Covid-19 berisiko meningkatkan kekurangan gizi anak sebesar 15 persen secara global. Hal ini yang dikhawatirkan akan meningkatkan angka stunting.  

Bertepatan pada Hari Bidan Nasional 2021, DKT Indonesia melalui Andalan Kontrasepsi bekerja-sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menghadirkan kampanye “Ayo Cegah Stunting!”.

“Salah satu faktor tingginya angka stunting di Indonesia dikarenakan jarak antar kehamilan yang terlalu dekat. Selain itu, faktor asupan gizi pada masa kehamilan serta rutin tidaknya Ibu melakukan pemeriksaan kehamilan pada saat mengandung, juga berkontribusi," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes.

Tak sendirian, President Director DKT Indonesia, Juan Enrique Garcia juga menyatakan hal senada.

Stunting (DKT Indonesia)
Stunting (DKT Indonesia)

“Sebagai organisasi kesehatan reproduksi dan KB terbesar di Indonesia, kami merasa perlu untuk mengkomunikasikan pentingnya langkah pencegahan stunting, dikarenakan kesuksesan program KB di Indonesia juga berdampak secara langsung terhadap angka penurunan stunting," imbuhnya.

Dalam iklan layanan masyarakat “Ayo Cegah Stunting!”, berikut rekomendasi pencegahan stunting anak, antara lain:

  • Konsultasi kehamilan secara rutin. 
  • Merencakan jarak kehamilan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil. Dalam hal ini, jarak kehamilan yang ideal berkisar antara minimal 2 hingga 5 tahun.
  • Lakukan pemeriksaan perkembangan anak yang disesuaikan dengan Kartu Menuju Sehat, lakukan juga imunisasi sesuai jadwal. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Pontianak Fokus ke Kelompok Prioritas Penerima Bantuan Gizi Buruk

Pemkot Pontianak Fokus ke Kelompok Prioritas Penerima Bantuan Gizi Buruk

Kalbar | Kamis, 24 Juni 2021 | 13:05 WIB

Kasus Stunting di Kaltim Melampaui Rata-rata Nasional

Kasus Stunting di Kaltim Melampaui Rata-rata Nasional

Kaltim | Rabu, 23 Juni 2021 | 16:06 WIB

Kasus Stunting di Bantul Meningkat, Bupati Imbau Hindari Pernikahan Dini

Kasus Stunting di Bantul Meningkat, Bupati Imbau Hindari Pernikahan Dini

Jogja | Kamis, 17 Juni 2021 | 09:50 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×