WHO Sebut Varian Delta Lebih Menular, Vaksinasi Dianggap Tak Cukup

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Minggu, 27 Juni 2021 | 14:49 WIB
WHO Sebut Varian Delta Lebih Menular, Vaksinasi Dianggap Tak Cukup
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus [Foto: Antara]

Suara.com - Virus corona varian Delta telah mengkhawatirkan seluruh dunia. Varian ini  dinyatakan lebih menular daripada varian-varian sebelumnya. 

"Delta adalah varian yang paling menular dari varian yang diidentifikasi sejauh ini," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (25/6/2021) seperti yang dikutip dari US News. 

Tedros menambahkan bahwa WHO telah melaporkan bahwa varian ini sudah menyebar ke 85 negara. Tedros mengatakan WHO prihatin dengan varian Delta.

Melansir dari US News, WHO juga menyayangkan beberapa negara yang telah melonggarkan langkah-langkah mitigasi. Hal ini yang disebut membuat pandemi tak kunjung usai.

Sebab, Tedros meyakini bahwa meskipun virus diperkirakan akan bermutasi, Anda dapat mencegah munculnya varian dengan mencegah penularan.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Shutterstock)


"Cukup sederhana (untuk mencegahnya) sebab lebih banyak transmisi, lebih banyak varian," kata Tedros. 

"Lebih sedikit transmisi, lebih sedikit varian, langkah-langkah kesehatan masyarakat dan vaksin menjadi lebih penting. Namun, sebagai komunitas global, kami gagal dalam pasokan vaksin Covid-19, kata Tedros.

Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehata, menyarankan orang yang divaksinasi lengkap tetap terus memakai masker saat varian beredar.

"Vaksin saja tidak akan menghentikan penularan masyarakat," kata Simao. 

baca juga

"Orang-orang harus terus menggunakan masker secara konsisten, berada di ruang berventilasi, menjaga kebersihan tangan, jarak fisik, dan hindari berkerumun. Ini masih sangat penting, bahkan jika Anda divaksinasi ketika Anda memiliki transmisi komunitas. sedang berlangsung," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sehari, Vaksinasi Covid-19 di Kaltim Tembus 125 Ribu Orang

Sehari, Vaksinasi Covid-19 di Kaltim Tembus 125 Ribu Orang

Kaltim | Minggu, 27 Juni 2021 | 14:29 WIB

Perumahan Pondok Mitra Lestari Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19, Ada Beberapa Blok

Perumahan Pondok Mitra Lestari Jadi Tempat Isolasi Pasien COVID-19, Ada Beberapa Blok

Bekaci | Minggu, 27 Juni 2021 | 14:23 WIB

Covid-19 Mengkhawatirkan, MUI Minta Akses Keluar Masuk Indonesia Ditutup

Covid-19 Mengkhawatirkan, MUI Minta Akses Keluar Masuk Indonesia Ditutup

Sulsel | Minggu, 27 Juni 2021 | 14:13 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×