IDAI Rilis Rekomendasi Vaksin Covid-19 untuk Anak, Ini 10 Poin Pentingnya

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 30 Juni 2021 | 07:05 WIB
IDAI Rilis Rekomendasi Vaksin Covid-19 untuk Anak, Ini 10 Poin Pentingnya
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi vaksin Covid-19 untuk anak dan remaja usia 12 hingga 17 tahun.

Hal ini menyusul Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang memperbolehkan vaksin Sinovac diberikan di bawah untuk usia 18 tahun.

Rekomendasi vaksinasi untuk anak ini ditandatangani Ketua IDAI, Prof. Dr. Aman Bhakti Bulungan dengan mempertimbangkan 12,5 persen kasus Covid-19 dialami anak usia 0 hingga 18 tahun, yang mengartikan 1 dari 8 anak Indonesia tertular Covid-19.

"Rekomendasi ini sifatnya dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti-bukti ilmiah yang terbaru," tulis IDAI dalam rekomendasinya, dikutip suara.com, Selasa (29/6/2021).

Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Berikut 10 poin rekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada anak dan remaja:

1. Dapat dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak, menggunakan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac, karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinik fase 1 dan 2, yang hasilnya aman dan serokonversi tinggi.

2. Berdasarkan prinsip kehati-hatian, sebaiknya imunisasi dimulai untuk umur 12 hingga 17 tahun dengan pertimbangan:

- Jumlah subjek uji klinis memadai.
- Tingginya mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah.
- Mampu menyatakan keluhan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), bila ada.

3. Dosis 0,5 mililiter, penyuntikan intra muskular di otot deltoid lengan atas, diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan.

4. Untuk anak umur 3 hingga 11 tahun, menunggu hasil kajian untuk menilai keamanan dan dosis dengan jumlah subjek yang memadai.

5. Kontraindikasi (disarankan tidak menjalani vaksinasi Covid-19.
- Efisiensi imun primer penyakit autoimun tidak terkontrol penyakit autoimun sindrom guillain barre, mielitis transversa (peradangan tulang belakang), acute demyelinating encephalomyelitis (radang otak dan sumsum tulang belakang).
- Anak pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
- Sedang mendapat pengobatan imunosupresan atau sitostatika (obat kemoterapi) berat.
- Demam 37,5 derajat velcius atau lebih.
- Sembuh dari Covid-19, kurang dari 3 bulan.
- Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan.
- Hamil
- Diabetes melitus tidak terkendali.
- Penyakit penyakit kronik atau kelainan kongenital tidak terkendali.

Imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol, dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

6. Imunisasi dilakukan oleh tenaga kesehatan, dengan mematuhi panduan imunisasi dalam masa pandemi, yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan, IDAI dan organisasi profesi lain.

7. Pelaksanaan imunisasi dapat dimulai, setelah mempertimbangkan kesiapan petugas kesehatan, sarana, prasarana dan masyarakat.

8. Imunisasi bersamaan untuk semua penghuni rumah lebih baik.

9. Dilakukan pencatatan vaksinasi secara elektronik, diintegrasikan dengan pencatatan vaksinasi orangtua.

10. Melakukan pemantauan kemungkinan KIPI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

16 Lokasi Vaksinasi Gratis di Kota Batam Terbaru

16 Lokasi Vaksinasi Gratis di Kota Batam Terbaru

Batam | Selasa, 29 Juni 2021 | 17:16 WIB

Baru 7 Persen Warga Batam Terima Dosis Vaksin Covid-19 Kedua

Baru 7 Persen Warga Batam Terima Dosis Vaksin Covid-19 Kedua

Batam | Selasa, 29 Juni 2021 | 17:00 WIB

60 Tahun Diblokade AS, Kuba Berhasil Bikin Vaksin Covid-19 Sendiri

60 Tahun Diblokade AS, Kuba Berhasil Bikin Vaksin Covid-19 Sendiri

News | Selasa, 29 Juni 2021 | 16:34 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB