Varian Delta Dikenal Lebih Menular, Vaksin Covid-19 Mana yang Bisa Melawan?

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 30 Juni 2021 | 11:28 WIB
Varian Delta Dikenal Lebih Menular, Vaksin Covid-19 Mana yang Bisa Melawan?
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Varian delta SARS-CoV-2, yang pertama kali diidentifikasi di India kini menjadi bentuk virus yang dominan. Varian yang disebut lebih menular ini juga telah sampai ke Indonesia. 

Melansir dari Medical News Today, data dari Inggris menunjukkan bahwa infeksi baru SARS-CoV-2 telah meningkat sebesar 31 persen dalam 7 hari terakhir. Selain itu, analisis dari Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa varian delta lebih menular daripada yang sebelumnya dan lebih cenderung mengarah pada perawatan di rumah sakit.

Namun data terbaru menunjukkan bahwa vaksin efektif untuk mencegah Covid-19 parah yang disebabkan oleh varian delta di mana memerlukan perawatan di rumah sakit. 

Laporan tersebut  menunjukkan bahwa vaksin AstraZenecasatu dosis memberi perlindungan dari perawatan rumah sakit untuk Covid-19 sekitar 71 persen dan pada 92 persen setelah dua dosis. Sementara vaksin Pfizer 94 persen efektif mencegah rawat inap setelah dosis pertama dan 96 persen setelah dua dosis.

"Temuan ini menunjukkan tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap rawat inap dengan varian delta dengan satu atau dua dosis vaksin," tulis para penulis.

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)


Namun, hampir tidak ada data tentang bagaimana vaksin Covid-19 lainnya melawan varian delta tanpa melihat keparahnnya. 

Sebuah studi penelitian kecil, belum ditinjau sejawat, dari para ilmuwan di Dewan Penelitian Medis India dan Bharat Biotech International, yang ikut mengembangkan vaksin Covaxin Covid-19, melaporkan keefektifannya terhadap varian delta.

Para peneliti menemukan bahwa antibodi dari individu yang divaksinasi tidak seefektif menetralkan varian virus dalam studi laboratorium. Meskipun demikian, mereka menulis bahwa ada potensi netralisasi vaksin sudah mapan. Mereka mengaitkan ini dengan cara kerja vaksin.

Covaxin dibuat dari seluruh virus SARS-CoV-2, diubah secara kimiawi untuk mencegahnya bereplikasi. Namun, penelitian ini kecil, dan penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Sementara Pembuat vaksin Sputnik V Covid-19 Rusia baru-baru ini mengklaim bahwa vaksin mereka lebih efektif melawan varian delta daripada yang lain.  Namun sampai saat ini tidak ada data yang tersedia untuk umum yang menilai validitas pernyataan ini tentang vaksin Sputnik V.

Efektivitas vaksin Sinovac Covid-19 (CoronaVac) terhadap varian delta juga masih belum jelas. Reuters melaporkan bahwa lebih dari 350 dokter dan staf medis di Indonesia mengembangkan Covid-19 meskipun menerima CoronaVac dan sebagian besar tak menunjukkan gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 198 Kasus, Meninggal 7 Orang

Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 198 Kasus, Meninggal 7 Orang

Sumbar | Selasa, 29 Juni 2021 | 20:51 WIB

Ahmad Bustomi Positif COVID-19, LIB: Klub Tanggung Jawab Soal Prokes

Ahmad Bustomi Positif COVID-19, LIB: Klub Tanggung Jawab Soal Prokes

Bola | Selasa, 29 Juni 2021 | 20:50 WIB

Lima Faktor Pemicu Ledakan Kasus Covid-19 pada Anak

Lima Faktor Pemicu Ledakan Kasus Covid-19 pada Anak

Tekno | Selasa, 29 Juni 2021 | 20:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB