Thailand Beri Vaksin AstraZeneca ke Nakes yang Sudah Divaksin SinoVac

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 13 Juli 2021 | 16:00 WIB
Thailand Beri Vaksin AstraZeneca ke Nakes yang Sudah Divaksin SinoVac
Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pejabat kesehatan Thailand mengumumkan bahwa pekerja medis akan diberikan suntikan vaksin AstraZeneca sebagai tambahan setelah menerima dua dosis vaksin SinoVac China.

Thailand sedang berjuang melawan peningkatan kasus dan kematian Covid-19 sejak April yang diperparah oleh penyebaran varian delta.

Melansir dari US News, Thailand melaporkan 8.656 kasus baru dan 80 kematian pada hari Senin (12/7/2021). Totalnya sejak pandemi menjadi 345.027 kasus yang dikonfirmasi dan 2.791 kematian di mana lebih dari 90 persen kasus dan 95 persen kematian terjadi sejak awal April.

Kepala Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand, Dr. Thiravat Hemachudha, mengatakan pekan lalu bahwa sebuah penelitian yang dia bantu lakukan menemukan bahwa SinoVac kurang efektif dalam memerangi varian delta. Tambahan vaksin AstraZeneca akan meningkatkan kemanjuran.

Komite Nasional Penyakit Menular di Thailand sepakat untuk memberikan dosis tambahan untuk AstraZeneca kepada tenaga medis yang sebelumnya menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]
Vaksin Sinovac yang bernama CoronaVac digunakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 Juni 2021. [AFP/Mohd Rasfan]

Keputusan itu diambil setelah seorang perawat yang menerima dua dosis Sinovac pada Mei meninggal pada Sabtu setelah tertular Covid-19. Seorang petugas kesehatan lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan Thailand mengumumkan bahwa 618 dari 677.348 petugas kesehatan yang telah menerima dua dosis SinoVac sejak itu dinyatakan positif Covid-19.

"Warga Thailand lainnya yang hanya menerima satu dosis Sinovac akan bisa mendapatkan AstraZeneca untuk dosis kedua mereka," kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul.

Thailand memproduksi AstraZeneca secara lokal tetapi tidak cukup untuk memenuhi permintaan sehingga akan terus mengimpor Sinovac. Sumbangan 1,05 juta dosis AstraZeneca dari pemerintah Jepang akan digunakan sebagian untuk pemberian dosis tambahan bagi tenaga medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brimob Sumut Kawal 100 Ribu Vaksin Sinovac di Bandara Kualanamu

Brimob Sumut Kawal 100 Ribu Vaksin Sinovac di Bandara Kualanamu

Sumut | Selasa, 13 Juli 2021 | 14:06 WIB

1.800 Pelajar di Jakarta Pusat Usia 12 Tahun ke Atas Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

1.800 Pelajar di Jakarta Pusat Usia 12 Tahun ke Atas Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 14:00 WIB

Antisipasi Penularan Kasus Covid-19 pada Anak, Pemkot Yogyakarta Mulai Vaksinasi Anak-anak

Antisipasi Penularan Kasus Covid-19 pada Anak, Pemkot Yogyakarta Mulai Vaksinasi Anak-anak

Jogja | Selasa, 13 Juli 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB