Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19 Bikin Para Ahli Ragu, Efek Sampingnya Lebih Parah?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 14 Juli 2021 | 08:02 WIB
Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19 Bikin Para Ahli Ragu, Efek Sampingnya Lebih Parah?
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Belakangan, suntikan penguat vaksin Covid-19 dipercaya bisa memberikan kekebalan yang lebih maksimal. Tapi, para ahli terkemuka meragukan hal tersebut, karena bukti yang berkaitan dengan tingkat keamanan suntikan ketiga vaksin Covid-19 belum jelas.

Dr. Jay Butler, wakil direktur penyakit menular di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Dr. Andrew Pavia, spesialis penyakit menular pediatrik di Fakultas Kedokteran Universitas Utah, membahas soal potensi makanan keamanan di balik suntikan ketiga vaksin Covid-19.

Mereka pun kembali membuka data yang menunjukkan reaksi lokal dan efek samping yang jarang terjadi justru lebih sering terjadi setelah seseorang menerima suntikan kedua vaksin Covid-19.

"Kami sangat tertarik untuk mengetahui suntikan ketiga vaksin Covid-19 berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi atau tidak, terutama efek sampingnya lebih parah atau tidak," kata Dr Butler dikutip dari Fox News.

Sedangkan, beberapa produsen obat sekarang ini telah mengembangkan suntikan ketiga vaksin Covid-19 yang lebih spesifik untuk melawan varian virus corona tertentu. Mereka juga mengatakan bahwa suntikan ketiga vaksin Covid-19 ini akan diperlukan setelah bulan September 2021.

Ilustrasi Vaksin Covid
Ilustrasi Vaksin Covid-19

Dr Pavia mengatakan beberapa penelitian yang sedang berlangsung oleh National Institutes of Health menilai suntikan ketiga vaksin Covid-19 dalam pendekatan atau pemberian vaksin dari produsen yang berbeda dan produsen yang sama.

"Kami masih menunggu hasil untuk itu," katanya.

Sementara itu, para ilmuwan mengaku belum menemukan bukti bahwa tingkat kekebalan dan antibodi orang yang sudah vaksin Covid-19 lengkap menurun. Sehingga, mereka pun masih bertanya-tanya dengan tingkat dibutuhkannya suntikan ketiga untuk melindungi diri yang lebih maksimal atau tidak.

Namun, para peneliti tetap khawatir dengan orang dewasa yang lebih tua di atas usia 75 tahun yang berisiko tinggi terinfeksi parah akibat virus corona dan orang-orang yang memiliki kekebalan lemah, termasuk orang yang tidak bisa merespons vaksinasi dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pola Makan Sehat Lindungi Tubuh dari Virus Corona Covid-19, Ini Daftar Menunya

Pola Makan Sehat Lindungi Tubuh dari Virus Corona Covid-19, Ini Daftar Menunya

Health | Rabu, 14 Juli 2021 | 07:36 WIB

Viral Vaksinasi COVID-19 Palsu di Karawang, Disuntik Tapi Cairan Vaksin Tak Masuk ke Tubuh

Viral Vaksinasi COVID-19 Palsu di Karawang, Disuntik Tapi Cairan Vaksin Tak Masuk ke Tubuh

Bekaci | Selasa, 13 Juli 2021 | 22:15 WIB

Polemik Vaksin Gotong Royong Individu Berbayar, Menkes Budi Gunadi: Saya Pusing Juga, Bu

Polemik Vaksin Gotong Royong Individu Berbayar, Menkes Budi Gunadi: Saya Pusing Juga, Bu

News | Selasa, 13 Juli 2021 | 21:34 WIB

Terkini

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB