Penis Laki-laki ini Membusuk dan Nyaris Putus Usai Diikat Dengan Karet Gelang

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 15 Juli 2021 | 19:30 WIB
Penis Laki-laki ini Membusuk dan Nyaris Putus Usai Diikat Dengan Karet Gelang
Ilustrasi penis / Mr P lelaki. (Shutterstock)

Suara.com - Penis seorang laki-laki nyarits putus setelah ia mengikatnya dengan karet gelang. Ia mengikat alat kelaminnya dengan karet gelang hingga penis itu mulai membusuk.

Kasus ini terjadi di Illionis, Amerika Serikat. Laki-laki itu juga disebut mengalami demensia.

“Untungnya kasus pencekikan seperti ini jarang terjadi,” kata Dr. Fardod O'Kelly, ahli bedah urologi di Rumah Sakit Beacon di Dublin, Irlandia, dikutip dair New York Psot.

Kasus ini juga dilaporkan dalam jurnal medis Urology Case Reports.

Ilustrasi penis, ejakulasi, mr p (Pixabay/derneumann)
Ilustrasi penis, ejakulasi, mr p (Pixabay/derneumann)

O'Kelly menambahkan pembusukan itu terjadi karena kompresi arteri berarti tidak ada aliran darah masuk, dan itu berarti tidak ada suplai oksigen. Sehingga organ mulai mati."

Laki-laki berusia 81 tahun itu awalnya dilaporkan ke rumah sakit setelah menderita ketoasidosis diabetikum - reaksi yang berpotensi mematikan terhadap kadar insulin rendah yang berasal dari diabetesnya yang tidak terkendali.

Di sanalah istri penduduk asli Chicago itu mengungkapkan bahwa dia telah membungkus skrotumnya dengan karet gelang dan menolak untuk melepasnya selama tiga hari.

Namun, saat ditanya soal torniket testisnya, lakilaki itu tampak bingung.

Meskipun demikian, pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa penis pasien memang sangat bengkak dan telah berubah menjadi kuning dan ungu, menandakan bahwa itu sudah mulai mati.

Dokter menyimpulkan bahwa karet gelang lakilaki yang tidak konvensional itu telah menghentikan aliran darah dan merusak anggota tubuhnya. Bila digabungkan dengan sirkulasi yang buruk dari diabetes yang mendasarinya, telah mengakibatkan "keadaan nekrotik atau gangren," menurut studi kasus.

Untuk mencegah degradasi lebih lanjut, dokter membakar daging mati dengan kawat panas dan memotongnya dengan pisau bedah.

Mereka juga memasukkan kateter ke dalam uretra jiwa yang malang untuk mengalirkan reservoir urin yang telah terkumpul karena pangkal paha pasien telah mencegahnya buang air kecil.

Dengan bantuan antibiotik, pasien sembuh dalam waktu lima hari. Namun, dia gagal muncul pada janji tindak lanjut dua minggu kemudian, menurut laporan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lelaki Ini Hampir "Mencekik" Alat Kelaminnya Sampai Mati dengan Karet Gelang

Lelaki Ini Hampir "Mencekik" Alat Kelaminnya Sampai Mati dengan Karet Gelang

News | Kamis, 15 Juli 2021 | 05:38 WIB

Ica Puspita, Mayat Ibu Hamil 9 Bulan Membusuk di Kost Pattimura Berusia 19 Tahun

Ica Puspita, Mayat Ibu Hamil 9 Bulan Membusuk di Kost Pattimura Berusia 19 Tahun

Bekaci | Kamis, 15 Juli 2021 | 07:15 WIB

Ica Puspita Tewas Membusuk di Kost Pattimura Lagi Hamil 9 Bulan, Janinnya Ikut Meninggal

Ica Puspita Tewas Membusuk di Kost Pattimura Lagi Hamil 9 Bulan, Janinnya Ikut Meninggal

Bekaci | Rabu, 14 Juli 2021 | 17:34 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB