Mengenal Tocilizumab, Obat yang Disiapkan Pemerintah untuk Pasien Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 15 Juli 2021 | 19:32 WIB
Mengenal Tocilizumab, Obat yang Disiapkan Pemerintah untuk Pasien Covid-19
Ilustrasi obat [shutterstock]

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan berbagai obat untuk pasien Covid-19, salah satunya obat tocilizumab. Obat ini beredar dengan nama Actemra, yakni obat radang. 

"Kami sedang menjajaki obat tocilizumab yang memang sekarang ini menjadi salah satu obat yang dicari-cari," kata Erich dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Melansir dari European Pharmacy, Actemra adalah obat antibodi monoklonal yang mengurangi peradangan dengan memblokir reseptor interleukin-6 (IL-6) yang berinteraksi dengan SARS-CoV-2 (virus yang menyebabkan Covid-19). 

Covid-19 dapat menyebabkan sistem kekebalan menjadi hiperaktif, memperburuk gejala penyakit. Actemra adalah obat resep yang diberikan melalui infus intravena yang disetujui Badan Pengawas Obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) untuk beberapa penyakit inflamasi, termasuk rheumatoid arthritis. 

FDA telah memberikan Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) kepada Actemra (tocilizumab) intravena Roche untuk merawat orang dewasa yang dirawat di rumah sakit dan pasien anak-anak berusia dua tahun atau lebih dengan Covid-19.

Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)
Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)


Perawatan ini diindikasikan untuk individu yang menggunakan kortikosteroid sistemik dan membutuhkan oksigen tambahan, ventilasi mekanis non-invasif atau invasif, atau oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO).

Izin FDA berdasarkan data dari empat uji coba yang menganalisis keamanan dan kemanjuran Actemra di lebih dari 5.500 pasien Covid-19 di rumah sakit. 

Para peneliti di Inggris memimpin studi RECOVERY Actemra yang melibatkan lebih dari 4.000 subjek. Uji coba EMPACTA, COVACTA, dan REMDACTA terkontrol plasebo internasional didanai oleh Roche.

Menurut hasil dari uji coba secara acak ini, obat tersebut menunjukkan kemampuan untuk menurunkan risiko kematian selama 28 hari masa tindak lanjut dan mengurangi waktu rawat inap. Obat juga memberikan penurunan risiko pasien untuk membutuhkan ventilasi atau kematian selama masa tindak lanjut diamati.

Efek samping obat ini tergolong lebih kecil ketimbang manfaatnya, bisa berkisar konstipasi, kecemasan, diare, insomnia, hipertensi dan mual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Hotel Jadi Tempat Isoman, Serikat Buruh: Tenaganya Bisa dari Korban PHK

Dorong Hotel Jadi Tempat Isoman, Serikat Buruh: Tenaganya Bisa dari Korban PHK

Jogja | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:53 WIB

Wardah Dukung Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Wardah Dukung Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Press Release | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:35 WIB

Epidemiolog Tegaskan, Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali

Epidemiolog Tegaskan, Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali

Health | Kamis, 15 Juli 2021 | 18:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB