Dokter Paru Tegaskan CT Value Bukan Tolok Ukur Kesembuhan Pasien Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 17 Juli 2021 | 12:06 WIB
Dokter Paru Tegaskan CT Value Bukan Tolok Ukur Kesembuhan Pasien Covid-19
Sampel tes PCR. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Banyak orang yang menjadikan CT value dalam swab tes PCR Covid-19 sebagai tolok ukur berapa banyak virus corona yang masuk ke dalam tubuh. Namun hal ini dibantah oleh dokter spesialis paru dan pernapasan Jaka Pradipta.

CT value atau nilai cycle threshold adalah nilai yang muncul saat tes PCR, merupakan seberapa banyak virus yang ditemukan dalam tes yang dianggap sebagai golden standar atau standar emas dalam diagnosis Covid-19.

Dr. Jaka mengatakan jumlah CT Value bukanlah tolok ukur kesembuhan seseorang dari Covid-19, melainkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.

"Itu mitos dan menyesatkan, yang kita lihat adalah gejalanya dan perbaikan. Kemudian pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan yang paling penting sudah menyelesaikan isolasi minimal 10 hari, atau 14 hari. Kalau itu semua bagus, baru itu namanya sembuh." terang Dokter Jaka dalam kanal YouTube Mayapada Hospital dikutip suara.com, Sabtu (17/7/2021).

Ia lanjutkan naik turunnya nilai CT value dalam tes PCR juga bukanlah patokan apakah seseorang masih bisa menularkan Covid-19. Lantaran nilai CT value bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, bukan sekadar jumlah virus yang ditemukan dalam sampel tes PCR.

"Contohnya, semakin dalam diperiksa, maka CT value-nya semakin turun. Mesinnya yang berbeda juga akan mempengaruhi hasil yang berbeda, proses penyimpanan dan proses pengerjaan akan menghasilkan pemeriksaan CT value yang berbeda," terang dr. Jaka.

"Jadi nilai CT value itu bukan acuan, banyak pasien kritis dengan CT value tinggi dan bahkan pasien tanpa gejala CT value-nya rendah. Jadi jangan hiraukan CT value," sambungnya.

Sekedar informasi, semakin rendah nilai CT value, maka semakin tinggi jumlah virus yang terdeteksi dalam tes. Sebaliknya, semakin tinggi nilai CT value, semakin rendah pula jumlah virus yang ditemukan dalam tes.

Itulah mengapa angka pada CT value berbanding terbalik dengan jumlah virus yang ditemukan. Seseorang akan didiagnosis positif Covid-19 apabila CT value-nya di bawah 35.

Selanjutnya apabila angka CT value berada di atas 35, tidak akan dianggap positif alias negatif Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Lengkap 19 Laboratorium Tes PCR Covid-19 di Yogyakarta yang Diakui Kemenkes

Daftar Lengkap 19 Laboratorium Tes PCR Covid-19 di Yogyakarta yang Diakui Kemenkes

Health | Sabtu, 17 Juli 2021 | 08:20 WIB

Viral! Pria Tantang Covid-19, Tak Lama Kemudian Meninggal Dunia

Viral! Pria Tantang Covid-19, Tak Lama Kemudian Meninggal Dunia

Bogor | Jum'at, 16 Juli 2021 | 19:23 WIB

Daftar 10 Jenis Obat untuk Pasien Covid-19 dari Remdesivir hingga Acetazolamide

Daftar 10 Jenis Obat untuk Pasien Covid-19 dari Remdesivir hingga Acetazolamide

Health | Jum'at, 16 Juli 2021 | 19:07 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB