WHO Peringatkan Varian Virus Corona Bisa Lebih Berbahaya

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 19 Juli 2021 | 15:50 WIB
WHO Peringatkan Varian Virus Corona Bisa Lebih Berbahaya
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Para pemimpin dunia telah memperingatkan ada kemungkinan besar bahwa varian baru virus corona berpotensi lebih berbahaya dari virus corona Covid-19 yang pertama kali muncul.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan situasi yang lebih buruk mungkin belum datang atau akan datang akibat varian virus corona tersebut. Meskipun vaksin Covid-19 sudah tersedia.

Komite darurat WHO mengatakan bahwa pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini belum selesai, meskipun setiap negara telah melakukan segala upaya. Mereka mengatakan pandemi virus corona ini akan terus berkembang dengan 4 varian virus corona yang mendominasi epidemiologi global.

Komite darurat WHO ini telah menduga kuat bahwa varian virus corona yang bermunculan akan lebih berbahaya dan sulit dikendalikan. Karena dilansir dari The Sun, virus corona Covid-19 ini terus berubah untuk bertahan hidup pada manusia.

WHO pun memiliki 4 varian virus corona yang berlabel perhatian, karena lebih mudah menyebar dan melemahkan kemanjuran vaksin Covid-19, termasuk varian Delta yang sangat menular dan pertama kali ditemukan di India.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Meskipun vaksin Covid1-9 bekerja untuk menurunkan epidemi di beberapa bagian dunia yang memiliki tingkat infeksi virus corona Covid-19 tinggi. Tapi, para ilmuwan mengatakan semakin banyak kasus virus corona yang tercatat, maka makin besar pula risikonya varian baru virus corona akan berkembang.

Mereka juga memperingatkan bahwa semakin banyak orang mendapatkan kekebalan, baik melalui riwayat infeksi atau vaksinasi. Hal itu memberi tekanan pada virus corona untuk berevolusi.

Tapi, sekarang ini memang cara terbaik untuk melindungi orang-orang adalah meluncurkan vaksin Covid-19 guna menurunkan angka penularan virus corona.

Komite WHO pun meminta semua negara untuk mendukung upaya vaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada akhir September 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlukah Suntikan Kedua Vaksin Covid-19 Bagi Penyintas Virus Corona?

Perlukah Suntikan Kedua Vaksin Covid-19 Bagi Penyintas Virus Corona?

Health | Minggu, 18 Juli 2021 | 20:45 WIB

Virus Corona Covid-19, Kapan Kondisi Pasien yang Paling Menular?

Virus Corona Covid-19, Kapan Kondisi Pasien yang Paling Menular?

Health | Minggu, 18 Juli 2021 | 18:11 WIB

Orang Vaksinasi AstraZeneca 3 Kali Lebih Mungkin Berisiko Terinfeksi Virus Corona?

Orang Vaksinasi AstraZeneca 3 Kali Lebih Mungkin Berisiko Terinfeksi Virus Corona?

Health | Minggu, 18 Juli 2021 | 16:01 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB