alexametrics

Tes Telapak Tangan Bisa Identifikasi Komplikasi Diabetes, Ini Tandanya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Tes Telapak Tangan Bisa Identifikasi Komplikasi Diabetes, Ini Tandanya
Ilustrasi telapak tangan. [Shutterstock]

Beberapa komplikasi diabetes bisa diidentifikasi lebih awal melalui telapak tangan.

Suara.com - Diabetes tipe 2 salah satu kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan sejumlah komplikasi bila diabaikan. Tapi, telapak tangan bisa membantu mengidentifikasi komplikasi diabetes tipe 2 lebih awal.

Salah satunya, rasa kaku mulai dari jari kelingking dan menyebar ke ibu jari bisa terjadi ketika Anda menderita cheiroarthropati diabetik.

Gerakan jari yang terbatas dan kulit tangan yang menebal juga bisa mengindikasikan gejala komplikasi diabetes tipe 2.

Seiring waktu, jari-jari Anda mungkin tidak bisa saling bersentuhan ketika Anda menyatakan kedua tangan karena kondisi tersebut. Jika ada celah di antara jari dan telapak tangan dalam posisi ini, Anda disarankan menemui dokter.

Baca Juga: Studi Temukan 5 Gejala Virus Corona yang Indikasikan Long Covid-19, Apa Saja?

Diabetic stuff hand syndrome biasanya kelanjutan dari neuropati diabetik (yaitu kerusakan saraf). Kondisi tersebut juga dapat menjadi prediktor untuk kondisi kesehatan terkait diabetes lainnya.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Neuropati Diabetik

Menurut Mayo Clinic dilansir dari Express, gula darah tinggi bisa melukai saraf di seluruh tubuh. Neuropati perifer mempengaruhi kaki dan tungkai terlebih dahulu, diikuti oleh tangan dan lengan.

Gejala komplikasi diabetes ini seringkali lebih buruk di malam hari yang meliputi:

  1. Mati rasa atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan sakit atau perubahan suhu
  2. Sensasi kesemutan atau terbakar
  3. Nyeri tajam atau kram
  4. Peningkatan kepekaan terhadap sentuhan
  5. Masalah kaki serius, seperti bisul, infeksi dan nyeri tulang serta sendi.

Jika sistem saraf otonom mulai gagal karena kerusakan saraf, kondisi ini bisa menyebabkan masalah kandung kemih atau usus. Anda mungkin merasa mual, kehilangan nafsu makan, dan muntah karena sistem pencernaan terpengaruh.

Baca Juga: WHO Peringatkan Varian Virus Corona Bisa Lebih Berbahaya

Kemudian, neuropati proksimal bisa menyebabkan sakit perut yang parah, nyeri pinggul, paha atau bokong. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kesulitan bagi orang yang mencoba bangkit dari posisi duduk.

Komentar