Sumbang Kasus Covid-19 Hingga 12 Persen, Seberapa Penting Memvaksinasi Anak Saat Ini?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 21 Juli 2021 | 09:32 WIB
Sumbang Kasus Covid-19 Hingga 12 Persen, Seberapa Penting Memvaksinasi Anak Saat Ini?
Vaksinasi Covid-19 anak usia 12-17 tahun. [Instagram@aniesbaswedan]

Suara.com - Anak usia 12-17 tahun di Indonesia telah masuk kelompok prioritas untuk disuntik vaksin Covid-19. Kelompok anak usia 0-18 tahun juga termasuk penyumbang kasus Covid-19 hingga 12,8 persen, menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Sementara, angka kematian anak mulai usia 0-18 tahun, dicatat oleh Kementerian Kesehatan, ada sekitar 600 orang. Separuh atau 50 persen di antaranya merupakan usia balita.

Sementara tingkat kematian akibat Covid-19 pada remaja yang menjadi sasaran vaksinasi saat ini ada sekitar 197 orang atau fatality rate 0,18 persen, menurut data Kemenkes per 29 Juni 2021. Lantas apa benar sudah menjadi urgensi untuk memberikan vaksinasi Covid-19 anak usia 12-17 tahun tersebut?

Diakui Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita bahwa kebanyakan anak remaja yang terinfeksi Covid-19 umumnya tidak mengalami kondisi berat. Akan tetapi, menyuntik vaksin Covid-19 kepada anak tetap perlu dilakukan saat ini.

"Vaksinasi anak remaja itu bisa dilihat dari berbagai segi. Memang dia nggak berat, memang menjadi OTG saja, tidak sampai seperti orang dewasa sampai meninggal. Tapi tentu saja kalau kita hitung 12 persen dari seluruh total kejadian, kita kan dari dua juta lebih (kasus Covid di Indonesia), sudah 250 ribu anak yang sakit. Dia itu tidak sakit (tidak bergejala) tapi bisa menularkan. Jadi tetap saja berbahaya untuk lingkungan," papar Prof. Cissy saat dihubungi suara.com, Selasa (20/7/2021).

Kondisi saat ini, anak juga kerap tertular virus corona dari orang dewasa. Sehingga, menurut Prof. Cissy, jika jumlah kasus pada orang dewasa meningkat, maka berpotensi menambah infeksi baru pula pada anak.

Ia menyampaikan bahwa dengan memvaksinasi anak bisa melindungi mereka dari transmisi penularan di lingkungannya, terutama klaster keluarga.

"Kemudian herd immunity juga jadi tercapai. Kontribusi 12-17 tahun itu ada sekitar 32 juta dan anak-anak kelihatannya lebih semangat divaksinasi daripada orangtuanya. Jadi kalau misalnya anak bisa ikut divaksinasi, keuntungannya banyak sekali," ucap Prof. Cissy.

Bagaimana vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun?

Prof. Cissy mengungkapkan bahwa penelitian di beberapa negara memang telah dilakukan, terutama pada vaksin Sinovac yang digunakan untuk memvaksinasi anak 12-17 tahun. Akan tetapi, melihat hasil penelitian yang dilakukan di China terhadap anak usia 3-5 tahun dan 6-11 tahun, Indonesia belum yakin untuk memberikan vaksin tersebut.

baca juga

"Kita sudah mempelajari, rasanya masih kurang sreg hasilnya. Karena jumlahnya juga masih sedikit. Kemudian KIPI masih belum jelas, jadi masih menunggu," kata Prof. Cissy.

Selain itu juga, persediaan vaksin yang terbatas jadi kendala untuk memvaksinasi anak-anak usia 12 tahun ke bawah.

"Kalau dibandingkan dengan anak besar yang banyak bergerak, anak-anak itu masih sering di rumah. Jadi memang kita masih bisa menunggu untuk mereka asal orangtua menjaga dengan baik," pungkas Prof. Cissy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Kasus Positif di AS Naik 50 Persen

Update Covid-19 Global: Kasus Positif di AS Naik 50 Persen

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 09:23 WIB

Gara-gara Pakai Rok di Atas Lutut, Wanita Ditolak Masuk Tempat Vaksinasi Covid-19

Gara-gara Pakai Rok di Atas Lutut, Wanita Ditolak Masuk Tempat Vaksinasi Covid-19

Lampung | Rabu, 21 Juli 2021 | 09:19 WIB

Berapa Banyak Warga Indonesia yang Sudah Divaksin Covid-19? Ini Datanya

Berapa Banyak Warga Indonesia yang Sudah Divaksin Covid-19? Ini Datanya

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 05:17 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB