Mengenal Virus Monkey B, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 22 Juli 2021 | 17:10 WIB
Mengenal Virus Monkey B, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi monyet. (Pixabay/seth0s)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, China melaporkan kasus kematian pertama akibat virus Monkey B yang melibatkan seorang dokter hewan.

Seorang dokter hewan usia 53 tahun dari Beijing terinfeksi virus Monkey B ketika melakukan pembedahan pada dua monyet mati pada awal Maret 2021. Kemudian, ia meninggal dunia karena virus Monkey B itu pada Mei 2021.

Seiring berjalannya waktu, virus Monkey B juga disebut virus B (BV) yang pertama kali ditemukan pada tahun 1932. Virus Monkey B ini adalah bentuk infeksi langka yang merupakan satu-satunya virus herpes monyet yang menyebabkan infeksi parah pada manusia.

Virus herpen monyet ini bisa disebut sebagai herpes B, herpesvirus simiae, dan herpesvirus B. Virus Monkey B ini biasanya ditularkan oleh kera, simpanse, dan monyek capuchin.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), virus Monkey B itu telah menginfeksi 50 orang dan 21 orang di antaranya meninggal dunia sejak 1932.

Ilustrasi monyet. (Pixabay/blende12)
Ilustrasi monyet. (Pixabay/blende12)

Virus Monkey B menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan jaringan atau cairan monyet yang terinfeksi. Selain itu, virus Monkey B juga bisa menginfeksi manusia melalui gigitan monyet yang terinfeksi.

Menurut laporan dilansir dari Times of India, seorang dokter hewan yang meninggal karena virus Monkey B ini mengalami mual dan muntah selama 3 hingga 7 hari. Gejala lain virus Monkey B lainnya, termasuk:

  1. Demam dan menggigil
  2. Sakit kepala
  3. Kelelahan
  4. Sakit badan dan otot
  5. Gejalneurologis, seperti masalah memori, kabut otak, dan lainnya.

CDC mengklaim bahwa seseorang mungkin mulai menunjukkan gejala virus Monkey B dalam waktu 1 bulan setelah terpapar monyet yang terinfeksi, tetapi juga bisa muncul hanya dalam 3 hingga 7 hari.

Saat ini, hanya ada satu kasus penularan virus Monkey B dari orang ke orang. Dalam kasus seorang dokter hewan di Beijing ini, ia sempat melakukan kontak dengan dua orang tetapi keduanya dinyatakan negatif virus Monkey B.

baca juga

Cara mengatasi

Saat ini juga belum ada vaksin khusus untuk melawan virus Monkey B. Para ahli telah menyarankan terapi cairan sebagai satu-satunya pengobatan untuk virus Monkey B tersebut.

Jika seseorang tergores atau digigit monyet, ia harus mencuci area yang tergigit itu secara menyeluruh menggunakan disinfektan dan mendekontaminasi area tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!

Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 14:33 WIB

Peneliti Ungkap Vaksin Johnson & Johson Tidak Efektif Lawan Varian Delta

Peneliti Ungkap Vaksin Johnson & Johson Tidak Efektif Lawan Varian Delta

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 06:05 WIB

Selera Makan Turun karena Kehilangan Indra Penciuman, Begini Cara Mengatasinya

Selera Makan Turun karena Kehilangan Indra Penciuman, Begini Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 16:15 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×