Selera Makan Turun karena Kehilangan Indra Penciuman, Begini Cara Mengatasinya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 21 Juli 2021 | 16:15 WIB
Selera Makan Turun karena Kehilangan Indra Penciuman, Begini Cara Mengatasinya
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Hilangnya indra perasa dan penciuman termasuk gejala umum virus corona Covid-19. Tapi, beberapa pasien tetap mengalami gejala virus corona ini setelah pulih yang disebut sebagai Long Covid-19.

Berdasarkan data dari aplikasi pelacak Covid-19 ZOE, sekitar 12 persen pasien virus corona Covid-19 di Inggris mengalami gejala hilangnya indra penciuman dan perasa selama lebih dari 30 hari.

Satu dari 200 pasien juga telah melaporkan efek samping virus corona Covid-19 ini yang berlangsung selama lebih dari 90 hari, meskipun sudah dinyatakan pulih.

Kehilangan indra penciuman adalah salah satu gejala virus corona yang bisa bertahan lama. Sekitar 1 dari 5 orang terus mengalami penurunan indra penciuman selama 8 minggu sejak pertama kali terinfeksi virus corona Covid-19.

Meskipun gejala ini tidak berbahaya, kehilangan indra penciuman dan rasa sangat mempengaruhi kehidupan Anda. Apalagi, Anda yang mengalami gejala ini jangka panjang.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Kehilangan indra penciuman dan perasa jangka panjang bisa membuat seseorang kehilangan selera makan. Tapi, sebuah studi menunjukkan pelatihan penciuman bisa membantu penderita mendapatkan kembali indra penciumannya setelah sembuh dari virus corona Covid-19.

Studi dari University of East Anglia (UEA) bersama dengan banyak universitas global lainnya menunjukkan pelatihan penciuman adalah metode yang jauh lebih unggul untuk mendapatkan kembali indra penciuman daripada kortikosteroid.

Kortikosteroid adalah jenis obat yang digunakan untuk menurunkan peradangan di dalam tubuh. Pelatihan penciuman ini dilakukan dengan cara mengendus setidaknya empat bau khas yang berbeda dua kali sehari selama beberapa bulan.

Anda bisa mengendus aroma buah jeruk, daun mint, bawang putih atau kopi yang aromanya sangat kuat. Mengendus aroma-aroma itu jauh lebih efektif untuk membangun kembali indra penciuman yang hilang.

baca juga

"Kortikosteroid adalah kelas obat yang menurunkan peradangan dalam tubuh. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk membantu pasien asma dan kehilangan indra penciuman karena Covid-19," kata ahli penciuman, Profesor Carl Philpott dari UEA's Norwich Medical School dikutip dari Express.

Karena obat ini memiliki potensi efek yang merugikan, Prof Carl menyarankan para dokter untuk tidak meresepkan obat ini pada pasien Covid-19 yang kehilangan indra penciuman.

Efek samping steroid termasuk retensi cairan, tekanan darah tinggi dan masalah dengan perubahan suasana hati dan perilaku. Prof Carl juga mencatat bahwa kebanyakan orang yang mengalami kehilangan indra penciuman akibat virus corona akan mendapatkan kembali indranya dengan cara pelatihan penciuman.

Pelatihan penciuman adalah pengobatan sederhana dan bebas efek samping yang bisa digunakan untuk berbagai kondisi yang berkaitan dengan kehilangan indra penciuman, termasuk yang disebabkan oleh Covid-19.

Pelatihan penciuman ini bertujuan membantu pemulihan berdasarkan neuro-plastisitas, yakni kemampuan otak untuk mengatur ulang sendiri untuk mengkompensasi perubahan atau cedera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Musim Hujan Tingkatkan Risiko Koinfeksi Covid-19 dan Demam Berdarah, Ini Dampaknya

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:40 WIB

Bantah Covid-19 Buatan Manusia, Ini Penjelasan Peneliti China Soal Asal Usul Virus Corona

Bantah Covid-19 Buatan Manusia, Ini Penjelasan Peneliti China Soal Asal Usul Virus Corona

Health | Selasa, 20 Juli 2021 | 18:50 WIB

Studi Temukan 5 Gejala Virus Corona yang Indikasikan Long Covid-19, Apa Saja?

Studi Temukan 5 Gejala Virus Corona yang Indikasikan Long Covid-19, Apa Saja?

Health | Senin, 19 Juli 2021 | 20:50 WIB

Terkini

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×