Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 14:33 WIB
Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!
Ilustrasi lintah (shutterstock)

Suara.com - Jumlah kasus infeksi jamur hitam atau mucormycosis pada pasien virus corona Covid-19 cukup mengkhawatirkan. Kasus jamur hitam ini pertama kali ditemukan di India pada Mei 2021 dan dinyatakan sebagai epidemi.

Infeksi jamur hitam ini termasuk penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Tapi, ada pula beberapa pasien jamur hitam yang berhasil sembuh setelah menjalani terapi lintah.

Terapi lintah adalah pengobatan tradisional di India. Para pasien jamur hitam melakukan terapi lintah ini setelah mencoba metode konvensional untuk penyembuhan.

Terapi lintah adalah proses pemurnian darah yang membantu mengeluarkan darah beracun dari tubuh. Lintah berfungsi menghisap darah kotor dan mengeluarkan enzim pendukung dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

"Mucormycosis atau jamur hitam sangat berisiko menginfeksi pasien virus corona Covid-19 dengan kondisi komorbiditas. seperti diabetes," kata Dr Aswathy Pathiyath, konsultan Ayurveda, Fazlani Natures Nest dikutip dari Indian Express.

Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 dan infeksi jamur hitam (Unsplash)
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 dan infeksi jamur hitam (Unsplash)

Infeksi jamur hitam ini pun diklasifikasikan menjadi 5 jenis tergantung pada bagian yang terinfeksi. Di antaranya, mucormycosis diseminata pada fase selanjutnya dan mucormycosis kulit dapat dikorelasikan dengan Dustavrana (ulkus yang tidak sembuh-sembuh) dan Kusta (penyakit kulit), Visarpa (erysipelas) masing-masing.

Dalam hal ini, terapi lintah salah satu metode pengobatan terbaik tergantung pada kondisi orang tersebut dan sejauh mana gejala infeksi jamur hitamnya.

Pada dasarnya, metode pengobatan terapi lintah ini mirip pengobatan tradisional Ayurveda lainnya untuk infeksi jamur hitam, yang diletakkan pada area yang terinfeksi jamur hitam.

Tapi, pengobatan utama terapi lintah ini adalah Kledohara chikista dan Premehahara (pengobatan diabetes, luka diabetes dan masalah kulit), Agnivardhaka (modalitas untuk meningkatkan metabolisme dan pencernaan), Krimihara, Ojovardhaka (pengobatan infeksi) dan Rasayana chikitsa (peremajaan dan peningkatan kekebalan tubuh).

Dr Yash Javeri, perawatan kritis, Anestesi dan Pengobatan Darurat, Rumah Sakit Superspesialis Regency, Lucknow, mengatakan tidak ada literature medis atau bukti secara ilmiah yang menunjukkan terapi lintah ini bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur hitam.

Meskipun terapi lintah ini mungkin bekerja untuk mengatasi infeksi jamur hitam. Tapi, orang-orang perlu berhati-hati menjalani terapi lintah untuk infeksi jamur hitam tersebut.

"Hanya ada satu terapi yang telah terbukti di seluruh dunia mampu mengobati infeksi jamur hitam, yakni prosedur pembedahan untuk menghilangkan semua jaringan penyakit," kata Dr Amitabh Malik, ahli bedah THT, Paras Healthcare.

Kemudian, pasien bisa mengonsumsi amfoterisin B liposomal dan obat antijamur lainnya. Pengobatan tersebut jauh lebih baik daripada terapi lintah yang belum terbukti ilmiah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Soal Asal Usul Virus Corona, Dr Fauci Bikin Senator AS Terdiam

Debat Soal Asal Usul Virus Corona, Dr Fauci Bikin Senator AS Terdiam

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 21:57 WIB

Peneliti Ungkap Vaksin Johnson & Johson Tidak Efektif Lawan Varian Delta

Peneliti Ungkap Vaksin Johnson & Johson Tidak Efektif Lawan Varian Delta

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 06:05 WIB

Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 16:00 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB