Kasus Virus RSV pada Anak-Anak 8 Kali Lebih Tinggi Sebelum Pandemi

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 23 Juli 2021 | 18:20 WIB
Kasus Virus RSV pada Anak-Anak 8 Kali Lebih Tinggi Sebelum Pandemi
Ilustrasi anak-anak (getty images/christopher futcher)

Suara.com - Kasus virus yang rentan menyerang anak-anak meningkat cukup buruk sebagai akibat dari pelonggaran aturan pembatasan sosial. Salah satunya, kasus infeksi virus RSV sekarang ini 8 kali lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi virus corona Covid-19.

Hal ini membuat PHE memberikan peringatan kepada orang tua untuk mewaspadai gejala virus RSV tersebut pada anak-anak. Karena gelombang virus RSV ini diperkirakan berlanjut hingga musim dingin, para ahli mengatakan kondisi ini bisa menyebabkan tekanan pada unit perawatan intensif pediatrik di NHS.

Azra Ghani, profesor epidemiologi penyakit menular di Imperial College London, mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian NHS karena infeksi ringan akibat RSV pada sebagian besar anak-anak bisa memerlukan perawatan intensif.

"Unit perawatan intensif anak terbatas kapasitasnya," jelas Azra Ghani dikutip dari The Sun.

RSV (respirasi syncytial virus) adalah infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Virus ini mirip dengan flu biasa, tetapi bisa berdampak parah pada bayi di bawah usia 1 tahun, terutama bayu prematur.

Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Mereka dapat mengembangkan bronkiolitis, infeksi inflamasi pada saluran udara bagian bawah yang bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Orang dengan masalah paru-paru dan jantung serta orang dengan sistem kekebalan lemah juga berisiko menderita parah akibat RSV.

Sebagian besar anak telah terinfeksi virus RSV ini pada usia 2 tahun. Tapi, adanya pembatasan sosial akibat pandemi virus corona di semua kelompok usia membuat kasus virus RSV ini cukup terkendali.

Gejala RSV termasuk hidung tersumbat atau berair, bersin dan sakit kepala, seperti pilek. Gejala ini juga bisa menyebabkan batuk kering, demam dan sakit tenggorokan.

Napas pendek, dangkal dan cepat, kesulitan bernapas, kurang makan, lesu dan lekas marah adalah gejala tambahan dari infeksi RSV yang parah. Karena bayi dan anak kecil memiliki saluran udara yang kecil dan kurang berkembang, mereka lebih mungkin terkena bronkiolitis yang biasanya ringan.

baca juga

Gejala awal bronkiolitis mirip dengan flu biasa tetapi dapat berkembang selama beberapa hari menjadi suhu tinggi 37,8 derajat celcius atau lebih batuk kering terus-menerus, kesulitan makan, pernapasan cepat atau mengi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Covid-19 vs Norovirus, Begini Cara Membedakan Gejalanya

Virus Corona Covid-19 vs Norovirus, Begini Cara Membedakan Gejalanya

Health | Jum'at, 23 Juli 2021 | 17:35 WIB

CDC: Orang Vaksin Covid-19 Lengkap Berisiko Kecil Sebarkan Virus Corona

CDC: Orang Vaksin Covid-19 Lengkap Berisiko Kecil Sebarkan Virus Corona

Health | Jum'at, 23 Juli 2021 | 16:36 WIB

Negara-Negara Ini Mulai Setujui Pencampuran Vaksin Covid-19, Biar Apa?

Negara-Negara Ini Mulai Setujui Pencampuran Vaksin Covid-19, Biar Apa?

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 21:53 WIB

Terkini

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

×