alexametrics

Kasus Virus RSV pada Anak-Anak 8 Kali Lebih Tinggi Sebelum Pandemi

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Kasus Virus RSV pada Anak-Anak 8 Kali Lebih Tinggi Sebelum Pandemi
Ilustrasi anak-anak (getty images/christopher futcher)

Kasus virus RSV pada anak-anak 8 kali lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi virus corona Covid-19.

Suara.com - Kasus virus yang rentan menyerang anak-anak meningkat cukup buruk sebagai akibat dari pelonggaran aturan pembatasan sosial. Salah satunya, kasus infeksi virus RSV sekarang ini 8 kali lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi virus corona Covid-19.

Hal ini membuat PHE memberikan peringatan kepada orang tua untuk mewaspadai gejala virus RSV tersebut pada anak-anak. Karena gelombang virus RSV ini diperkirakan berlanjut hingga musim dingin, para ahli mengatakan kondisi ini bisa menyebabkan tekanan pada unit perawatan intensif pediatrik di NHS.

Azra Ghani, profesor epidemiologi penyakit menular di Imperial College London, mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian NHS karena infeksi ringan akibat RSV pada sebagian besar anak-anak bisa memerlukan perawatan intensif.

"Unit perawatan intensif anak terbatas kapasitasnya," jelas Azra Ghani dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Virus Corona Covid-19 vs Norovirus, Begini Cara Membedakan Gejalanya

RSV (respirasi syncytial virus) adalah infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Virus ini mirip dengan flu biasa, tetapi bisa berdampak parah pada bayi di bawah usia 1 tahun, terutama bayu prematur.

Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)
Ilustrasi Anak-Anak. (pexels/@samerdaboul)

Mereka dapat mengembangkan bronkiolitis, infeksi inflamasi pada saluran udara bagian bawah yang bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Orang dengan masalah paru-paru dan jantung serta orang dengan sistem kekebalan lemah juga berisiko menderita parah akibat RSV.

Sebagian besar anak telah terinfeksi virus RSV ini pada usia 2 tahun. Tapi, adanya pembatasan sosial akibat pandemi virus corona di semua kelompok usia membuat kasus virus RSV ini cukup terkendali.

Gejala RSV termasuk hidung tersumbat atau berair, bersin dan sakit kepala, seperti pilek. Gejala ini juga bisa menyebabkan batuk kering, demam dan sakit tenggorokan.

Napas pendek, dangkal dan cepat, kesulitan bernapas, kurang makan, lesu dan lekas marah adalah gejala tambahan dari infeksi RSV yang parah. Karena bayi dan anak kecil memiliki saluran udara yang kecil dan kurang berkembang, mereka lebih mungkin terkena bronkiolitis yang biasanya ringan.

Baca Juga: Takut Virus Corona, Keluarga Ini Tak Keluar Rumah Selama 15 Bulan

Gejala awal bronkiolitis mirip dengan flu biasa tetapi dapat berkembang selama beberapa hari menjadi suhu tinggi 37,8 derajat celcius atau lebih batuk kering terus-menerus, kesulitan makan, pernapasan cepat atau mengi.