Peneliti Temukan Vaksin Sinopharm China Tidak Efektif Pada Lansia

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:27 WIB
Peneliti Temukan Vaksin Sinopharm China Tidak Efektif Pada Lansia
Ilustrasi Vaksin Covid-19, vaksin sinopharm. [Pixabay/PhotoLizM]

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa vaksin Sinopharm China menawarkan perlindungan yang buruk di kalangan orang tua atau lansia terhadap virus corona Covid-19.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan karena sejumlah negara telah memberikan suntikan vaksin Sinopharm dari China ini pada warganya yang paling rentan terinfeksi virus corona Covid-19.

Hasil survei sampel darah dari 450 orang di Hungaria pada 2 Minggu setelah suntikan vaksin Sinophram kedua, menemukan 90 persen orang usia di bawah 50 tahun mengembangkan antibodi pelindung.

Tetapi, persentase ini menurun seiring bertambahnya usia. Mereka menemukan 50 persen orang usia di atas 80 tahun tidak mengembangkan antibodi pelindung setelah suntik vaksin Sinopharm.

Studi oleh dua peneliti Hungaria ini belum ditinjau oleh ilmuwan lain. Tapi, tiga ahli dari luar negeri mengaku tidak memiliki masalah dengan metodologi studi vaksin yang dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing Sinopharm.

Ilustrasi Vaksin Sinopharm (Pexels/Gustavo)
Ilustrasi Vaksin Sinopharm (Pexels/Gustavo)

"Hasil survei ini sangat mengkhawatirkan bahwa orang-orang yang berisiko tinggi justru memiliki respons antibodi yang lebih buruk," kata Jin Dong-yan, ahli virologi Universitas Hong Kong dikutip dari Fox News.

Tingkat antibodi bukanlah ukuran langsung tentang seberapa terlindunginya seseorang dari virus corona Covid-19. Tapi, semakin banyak bukti bahwa antibodi adalah proxy yang baik.

Seorang ahli memperingatkan bahwa pilihan alat tes dapat membatasi keakuratan pengukuran antibodi dalam tubuh. Tapi, Wang Chenguang, mantan profesor di Peking Union Medical College dan pakar imunologi. mengatakan temuan penelitian ini merupakan upaya ilmiah pertama untuk menganalisis efek vaksin Sinopharm pada lansia.

Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional China mengaku hanya akan menanggapi Penelitian oleh pemerintah atau Lembaga Penelitian besar saja terkait temuan tentang vaksin Sinopharm.

baca juga

Tapi, seorang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan para ahli telah mengenai penelitian ini dan mereka akan terus memantau bukti yang tersedia.

Sebenarnya, vaksin Covid-19 yang diteliti ini salah satu dari dua suntikan serupa yang dikembangkan oleh Sinopharm. Penelitian oleh perusahaan milik China ini sebelumnya menunjukkan bahwa hampir semua peserta uji klinis tahap akhir yang berusia di bawah 60 tahun mengembangkan antibodi.

Sedangkan, penelitiannya sendiri juga belum ada cukup bukti untuk mengklaim tingkat efektivitas vaksin Covid-19 miliknya pada lansia. Secara keseluruhan, vaksin Covid-19 ini ditemukan memiliki tingkat efektivitas 78 persen.

Namun, orang-orang di Hungaria telah mencoba mencuri tes antibodi dalam tubuh karena khawatir dengan tingkat efektivitas vaksin Sinopharm tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Moderna Boleh Digunakan Untuk Usia 12 Tahun ke Atas di Eropa

Vaksin Moderna Boleh Digunakan Untuk Usia 12 Tahun ke Atas di Eropa

Health | Sabtu, 24 Juli 2021 | 18:30 WIB

Mengenal Vaksin Pfizer, Kelebihan dan Efek Sampingnya

Mengenal Vaksin Pfizer, Kelebihan dan Efek Sampingnya

Video | Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:00 WIB

Waduh! Kakek 61 Tahun Wajahnya Lumpuh Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer

Waduh! Kakek 61 Tahun Wajahnya Lumpuh Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer

Sulsel | Minggu, 25 Juli 2021 | 06:00 WIB

Terkini

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

7 Fenomena Langit Sepanjang Agustus 2026, Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:09 WIB

3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu

3 Rekomendasi Shade Bedak Tabur Viva untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Natural dan Menyatu

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:08 WIB

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:07 WIB

Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh

Rampok Toko Emas Pakai Senpi Dinas, Briptu MZ Dipecat dari Polda Aceh

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:07 WIB

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sukses Mulia Story: Ketika Mimpi Besar Menjadi Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:05 WIB

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

Diiringi Lagu Glenn Fredly, Delvis Rettob Dinobatkan sebagai Ketua Presidium PP PMKRI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:04 WIB

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

522 Anak dan Remaja Hidup dengan HIV di Sidoarjo, Pentingnya Memahami Angka dan Mencegah Stigma

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:03 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Bupati Pemalang Kena OTT, Jadi Operasi Tangkap Tangan KPK ke-18 Sepanjang 2026

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:01 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

Rumah Sakit Jepang Seperti di Zona Perang, Kewalahan Obati Korban Gempa Bumi Kumamoto

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:59 WIB

×