alexametrics

Cegah Anak Alami Gejala Covid-19 Berat, Ketua IDAI Ingatkan Pentingnya Imunisasi Rutin

Risna Halidi | Lilis Varwati
Cegah Anak Alami Gejala Covid-19 Berat, Ketua IDAI Ingatkan Pentingnya Imunisasi Rutin
Ilustrasi anak imunisasi. (Unsplash)

Jangan karena pandemi tengah berlangsung, maka hak anak untuk mendapat perlindungan dari program imunisasi dan vaksinasi jadi terhalang.

Suara.com - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Profesor Aman Pulungan menekankan pentingnya imunisasi rutin pada bayi dan balita di tengah pandemi Covid-19 seperi saat ini. 

Jangan karena pandemi tengah berlangsung, maka hak anak untuk mendapat perlindungan dari program imunisasi dan vaksinasi jadi terhalang.

Menurut Aman, imunisasi rutin bisa melindungi anak dari risiko infeksi Covid-19 berat yang gejalanya mirip dengan beberapa penyakit lain. Misal vaksinasi PCV atau pneumococcal conjugate vaccine yang diberikan untuk melawan bakteri Streptococcus pneumoniae salah satu penyebab pneumonia.

"PCV inikan yang kita hindari pneumonia, yang juga (terjadi) pada Covid-19. Influenza disebabkan virus dan gejalanya juga sama. Jadi paling tidak, seluruh imunisasi apapun yang bisa menghindari atau penyakitnya mirip dengan Covid-19, harus dilakukan," katanya dalam sebuah webinar beberapa waku lalu.

Baca Juga: Kata Yunarto Wijaya soal Pejabat Minta Diistimewakan saat Pandemi

Imunisasi rutin lain seperti MR untuk mencegah campak, juga tetap harus dilakukan. Sebab Profesor Aman menyampaikan, gejala campak kerap mirip dengan covid-19 pada anak dan termasuk juga gejala rotavirus. 

"Kalau bayi kena diare juga bisa menjadi gejala awal Covid-19. Jadi imunisasi apa pun yang direkomendasi oleh Kementerian Kesehatan dan IDAI harus dilakukan sesegera mungkin," ucapnya.

Meski begitu selama masa PPKM darurat di wilayah Jawa-Bali, Profesor Aman membenarkan bahwa IDAI merekomendasikan agar imunisasi rutin di tunda.

Namun ia menambahkan, pelaksanaan imunisasi saat ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih aman seperti melalui drive thru. "Insyaallah dalam satu sampai dua hari ini (IDAI) akan mengeluarkan sesegera mungkin kembali ke jadwal imunisasi yang tetap," pungkasnya. 

Baca Juga: Pandemi, Anies Ungkap Dua Pilihan Bagi Masyarakat: Terinfeksi atau Tervaksinasi