Membaca Bersama Anak Bisa Bantu Atasi Kecemasan Gegara Pandemi

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 26 Juli 2021 | 09:03 WIB
Membaca Bersama Anak Bisa Bantu Atasi Kecemasan Gegara Pandemi
Ilustrasi membaca bersama anak. [Shutterstock]

Suara.com - Di masa pandemi, banyak sekali informasi negatif yang tersebar di media sosial. Salah satunya mengenai peningkatan kasus penularan Covid- 19 pada anak. Hal ini tentu saja membuat para orangtua menjadi khawatir dan cemas.

Namun, alih-alih larut dalam kecemasan, Anda disarankan untuk melakukan kegiatan bermakna yang bisa mengalihkan perhatian dari berita negatif. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menciptakan waktu berkualitas dengan anak di rumah, yaitu dengan melakukan kegiatan membaca.

Menurut American Academy of Pediatrics, membaca bersama anak tak hanya dapat membantu perkembangan bahasa, tetapi juga membantu memperkuat hubungan antara orangtua dan anak. Selain itu, membaca buku juga ampuh untuk meringankan stres sehingga orangtua bisa merasa lebih tenang menghadapi masa sulit seperti ini.

“Membacakan buku cerita untuk anak memiliki banyak manfaat, apalagi jika mulai dilakukan sedini mungkin, bahkan ketika anak masih bayi sekalipun. Selain mengembangkan minat baca pada anak, membacakan buku cerita juga merupakan aktivitas yang dapat mempererat hubungan antara ibu dan anak.” kata Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psikolog Anak dan Remaja, dalam acara online media gathering beberapa waktu lalu.

Vera juga menambahkan bahwa membaca untuk atau bersama anak, jika dilakukan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari, dapat membuat anak menjadi lebih tenang. Hal ini dikarenakan, saat membacakan cerita, orangtua dan anak berdekatan secara fisik.

Nah, sentuhan fisik ini dapat memunculkan hormon oxytocin, salah satu hormon antistres, yang dapat membuat anak merasa dekat dengan ibu dan begitupun sebaliknya. Kedekatan ini dapat membuat anak tenang dan dapat menjadi salah satu faktor pendukung resiliensi, terutama dalam melewati masa penuh tantangan seperti saat ini.

Lalu, buku apa yang bisa orangtua bacakan untuk anak? Tentu saja buku cerita anak adalah yang terbaik. Salah satu pilihan adalah seri buku cerita anak 'Dunia Bunbun' yang ditulis oleh Watiek Ideo.

Buku ini menceritakan bagaimana pentingnya kejujuran, sikap saling menghargai, kebersamaan, melindungi orang lain dan self care. Ini adalah nilai-nilai yang penting ditanamkan kepada anak sejak dini.

Buku 'Dunia Bunbun' bisa didapat secara bundling dengan produk perawatan anak yang aman, halal, dan natural Mama's Choice, yaitu “Irish Bella’s Baby Essential Kit”. Rangkaian produk kolaborasi dengan Irish Bella ini terdiri dari Mama’s Choice Hair & Body Wash, Mama’s Choice Calming Tummy Oil, dan Mama’s Choice Rash Cream.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tips Membuat Reading Nook Sederhana yang Dijamin Bikin Betah Membaca

4 Tips Membuat Reading Nook Sederhana yang Dijamin Bikin Betah Membaca

Your Say | Minggu, 25 Juli 2021 | 18:30 WIB

4 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Rajin Membaca

4 Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Rajin Membaca

Your Say | Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:09 WIB

WHO Ingatkan Masalah Kesehatan Mental Bisa Jadi Jangka Panjang Akibat Pandemi

WHO Ingatkan Masalah Kesehatan Mental Bisa Jadi Jangka Panjang Akibat Pandemi

Health | Jum'at, 23 Juli 2021 | 07:08 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB