alexametrics

WHO Ingatkan Masalah Kesehatan Mental Bisa Jadi Jangka Panjang Akibat Pandemi

Vania Rossa | Lilis Varwati
WHO Ingatkan Masalah Kesehatan Mental Bisa Jadi Jangka Panjang Akibat Pandemi
Ilustrasi kesehatan mental, kecemasan akibat pandemi. (Pexels/Alex Green)

Para ahli menyerukan perlunya tindakan segera terhadap kecemasan dan stres akibat pandemi.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 bisa berdampak panjang pada kesehatan mental. Para ahli dan pemimpin menyerukan perlunya tindakan segera terhadap kecemasan dan stres akibat pandemi.

Kecemasan tentang risiko penularan virus, dampak psikologis dari penguncian, dan tindakan isolasi diri menjadi penyebab terbesar kemunculan kesehatan mental selama pandemi. Bersamaan juga dengan tekanan yang terkait dengan pengangguran, kekhawatiran finansial, dan keterasingan sosial.

"Dampak kesehatan mental dari pandemi ini akan berjangka panjang dan berjangkauan luas," kata WHO dalam sebuah pernyataan pada awal pertemuan dua hari di Athena dengan menteri kesehatan dari puluhan negara, dikutip dari Channel News Asia.

Direktur regional WHO untuk Eropa Hans Kluge mengatakan kesehatan mental harus dianggap sebagai hak asasi manusia yang mendasar. Ia menekankan bahwa bagaimanapun juga virus corona itu telah menghancurkan kehidupan.

Baca Juga: Berita Covid-19 Bisa Bikin Stres hingga Depresi, Ini Saran Psikolog untuk Mengatasinya

"Pandemi telah mengguncang dunia. Lebih dari empat juta nyawa hilang secara global, mata pencaharian hancur, keluarga dan komunitas terpisah, bisnis bangkrut, dan orang kehilangan kesempatan," kaya Kluge.

WHO meminta penguatan layanan kesehatan mental secara umum dan peningkatan akses ke perawatan dengan memanfaatkan teknologi. Termasuk juga layanan dukungan psikologis yang lebih baik di sekolah, universitas, tempat kerja, dan untuk orang-orang di garis depan penanganan Covid-19.

Para menteri mendengar dari seorang wanita Yunani berusia 38 tahun bernama Katerina yang bercerita kepada mereka, bagaimana dia telah menerima perawatan untuk gangguan kejiwaan sejak 2002 dan berhasil mengatasi dengan baik sampai pandemi melanda.

Perempuan itu tidak lagi dapat menghadiri kelompok pendukung secara langsung dan tidak dapat melihat ayahnya.

"Tekanan isolasi sosial menyebabkan peningkatan kecemasan," katanya.

Baca Juga: Menulis Jurnal, Cara Jitu Gigi Hadid Atasi Kecemasan Selama Kehamilan

Komentar