PPKM Level 4 Boleh Dine In Maksimal 20 Menit, Ketahui Bahaya Makan Terlalu Cepat

Yasinta Rahmawati

Senin, 26 Juli 2021 | 18:44 WIB
PPKM Level 4 Boleh Dine In Maksimal 20 Menit, Ketahui Bahaya Makan Terlalu Cepat
Jaga jarak di restoran di Palembang [Fitria/suara.com]

Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang sampai dengan 2 Agustus 2021. Dalam aturan PPKM Level 4 terbaru, pemerintah memberikan beberapa kelonggaran, salah satunya memperbolehkan warung serta restoran melayani dine in alias makan di tempat.

Namun tentunya dengan protokol kesehatan ketat serta waktunya dibatasi maksimal 20 menit. Sudah terbayang bagaimana harus makan di tempat dengan waktu yang sangat singkat ini?

Jika dirasa kelewat singkat, sebaiknya memutuskan untuk dibungkus atau take away dan makan di rumah saja. Cara ini sekaligus bisa mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Di sisi lain, makan dengan waktu yang terlampau singkat bisa membuat kita terburu-buru. Padahal, ahli menganjurkan untuk makan dengan perlahan dan mengunyah sampai lembut.

Dilansir dari Live Strong ada beberapa risiko jika makan terlalu cepat.

Ilustrasi sakit perut (pixabay)
Ilustrasi sakit perut (pixabay)

1. Sakit perut

Gangguan pencernaan seperti sakit perut bisa terjadi jika makan terlalu cepat, biasanya ditandai dengan perut terasa begah, sensasi terbakar dan tidak nyaman. Untungnya, ketidaknyamanan itu biasanya hilang beberapa saat setelah semua makanan. Tetapi jika gangguan pencernaan berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda untuk memastikan itu tidak disebabkan oleh komplikasi lain

2. Kenaikan berat badan

Sering makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan secara signifikan. Para ahli sepakat bahwa dibutuhkan sekitar 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa sudah cukup makan.
Makan terlalu cepat berisiko menumpuk kalori ekstra sebelum tubuh memiliki kesempatan untuk memberi sinyal bahwa Anda sebenarnya tidak membutuhkannya.

Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)

3. Kehilangan sinyal lapar dan kenyang

Makan cepat menumpulkan sinyal rasa kenyang alami tubuh, sehingga Anda berisiko kehilangan kontak dengan sinyal rasa lapar dan kenyang alami tersebut.

Anda mungkin mulai melupakan apa sensasi lapar atau kenyang sebenarnya dan berakhir mengandalkan emosi untuk memberitahu kapan harus makan.

4. Masalah kesehatan jangka panjang

Sebuah studi Juli 2018 yang diterbitkan di BMC Public Health yang melibatkan hampir 8.000 orang menemukan bahwa kecepatan makan yang lebih cepat terkait dengan tekanan darah tinggi, peningkatan lemak perut, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi.

Ingat, makan lebih cepat membuat Anda cenderung memilih makanan yang kurang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan: Testing dan Tracing Tak Boleh Diturunkan, Data Covid-19 Jangan Dipermainkan

Puan: Testing dan Tracing Tak Boleh Diturunkan, Data Covid-19 Jangan Dipermainkan

News | Senin, 26 Juli 2021 | 18:41 WIB

Melanggar PPKM, Kepala Desa dan Anggota DPRD Banyuwangi Divonis Ringan

Melanggar PPKM, Kepala Desa dan Anggota DPRD Banyuwangi Divonis Ringan

Malang | Senin, 26 Juli 2021 | 18:27 WIB

PPKM Level 4 Diperpanjang, Aturan Masuk ke Kota Cirebon Ini Masih Berlaku

PPKM Level 4 Diperpanjang, Aturan Masuk ke Kota Cirebon Ini Masih Berlaku

Jabar | Senin, 26 Juli 2021 | 18:23 WIB

Terkini

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Percepat Penyaluran Pembiayaan Koperasi, LPDB Siapkan Innovative Credit Scoring

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Eks CEO Smart Axiata Masuk Komisaris XLSMART, Bawa Pengalaman Transformasi Jaringan

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

KNPRI Kumpulkan 80 Tanda Tangan, Desak DPR Proses Pemakzulan Gibran

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

Tak Hanya Kawal Bansos, Agen Perlinsos Banyumas Bantu Anak dari Keluarga Miskin Akses Pendidikan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:14 WIB

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Bawaslu Sulsel 4.192 Kali Cegah Pelanggaran Pemilu

Sulsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13 WIB

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

Karhutla Tanjung Puting Jadi Perhatian Khusus, Prabowo Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

Bukan Lagi Anomali, Pakar UGM Sebut Cuaca Ekstrem Jadi Kenormalan Baru

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×