alexametrics

PPKM Level 4 Boleh Dine In Maksimal 20 Menit, Ketahui Bahaya Makan Terlalu Cepat

Yasinta Rahmawati
PPKM Level 4 Boleh Dine In Maksimal 20 Menit, Ketahui Bahaya Makan Terlalu Cepat
Jaga jarak di restoran di Palembang [Fitria/suara.com]

Ada beberapa risiko dari makan terlalu cepat.

Suara.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 diperpanjang sampai dengan 2 Agustus 2021. Dalam aturan PPKM Level 4 terbaru, pemerintah memberikan beberapa kelonggaran, salah satunya memperbolehkan warung serta restoran melayani dine in alias makan di tempat.

Namun tentunya dengan protokol kesehatan ketat serta waktunya dibatasi maksimal 20 menit. Sudah terbayang bagaimana harus makan di tempat dengan waktu yang sangat singkat ini?

Jika dirasa kelewat singkat, sebaiknya memutuskan untuk dibungkus atau take away dan makan di rumah saja. Cara ini sekaligus bisa mengurangi risiko terpapar Covid-19.

Di sisi lain, makan dengan waktu yang terlampau singkat bisa membuat kita terburu-buru. Padahal, ahli menganjurkan untuk makan dengan perlahan dan mengunyah sampai lembut.

Dilansir dari Live Strong ada beberapa risiko jika makan terlalu cepat.

Ilustrasi sakit perut (pixabay)
Ilustrasi sakit perut (pixabay)

1. Sakit perut

Gangguan pencernaan seperti sakit perut bisa terjadi jika makan terlalu cepat, biasanya ditandai dengan perut terasa begah, sensasi terbakar dan tidak nyaman. Untungnya, ketidaknyamanan itu biasanya hilang beberapa saat setelah semua makanan. Tetapi jika gangguan pencernaan berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda untuk memastikan itu tidak disebabkan oleh komplikasi lain

2. Kenaikan berat badan

Sering makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan secara signifikan. Para ahli sepakat bahwa dibutuhkan sekitar 20 menit bagi perut untuk memberi tahu otak bahwa sudah cukup makan.
Makan terlalu cepat berisiko menumpuk kalori ekstra sebelum tubuh memiliki kesempatan untuk memberi sinyal bahwa Anda sebenarnya tidak membutuhkannya.

Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki makan sendirian. (Shutterstock)

3. Kehilangan sinyal lapar dan kenyang

Komentar