Studi: Campuran Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Hasilkan Antibodi 6 Kali Lebih Tinggi

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 27 Juli 2021 | 09:36 WIB
Studi: Campuran Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Hasilkan Antibodi 6 Kali Lebih Tinggi
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Suara.com - Sebuah penelitian telah menemukan bahwa campuran vaksin Covid-19, yakni vaksin Pfizer dan AstraZeneca bisa memberikan tingkat antibodi penetral 6 kali lipat dibandingkan dua dosis vaksin AstraZeneca.

Penelitian di Korea Selatan, yang melibatkan 499 pekerja medis, menemukan bahwa suntik vaksin Covid-19 campuran telah terbukti menunjukkan jumlah antibodi penetral yang sama pada kelompok yang menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Sebanyak 100 peserta menerima suntikan vaksin Covid-10 campuran, 200 orang mendapat dua dosis vaksin Pfizer dan sisanya mendapatkan dua dosis vaksin AstraZeneca.

Data tersebut memberikan dukungan atas keputusan beberapa negara untuk menawarkan alternatif ke AstraZeneca sebagai suntikan kedua, setelah vaksin Covid-19 ini dikaitkan dengan pembekuan darah langka.

Sebuah penelitian di Inggris, menemukan bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diikuti dengan suntikan vaksin Pfizer akan menghasilkan respons sel T yang lebih baik dan respons antibodi yang tinggi, dibandingkan suntik vaksin Pfizer dan diikuti vaksin AstraZeneca.

Penelitian ini salah satu dari banyak penelitian yang menemukan bahwa mencampur dua jenis vaksin Covid-19 membantu menciptakan respons imun yang kuat dan terkadang melebihi dua dosis vaksin yang sama.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]

Beberapa negara termasuk Bahrain, Bhutan, Kanada, Italia dan Korea Selatan juga mulai mencampur dua jenis vaksin Covid-19 sebagai bagian dari kebijakan mereka.

Kesehatan Masyarakat Inggris mengizinkan praktik tersebut pada bulan Januari 2021, ketika persediaan vaksin Covid-19 terbatas. Karena, varian Delta virus corona Covid-19 yang sangat menular menjadi praktik umum untuk mencampur dua jenis vaksin Covid-19 dalam upaya untuk meningkatkan dorongan inokulasi.

Pada Maret 2021, beberapa negara menghentikan perjalanan vaksin Covid-19 mereka di tengah kekhawatiran pembekuan darah yang sangat langka terkait dengan vaksin Oxford-AstraZeneca.

baca juga

Akibatnya, petugas kesehatan di beberapa negara diberi wewenang untuk memberikan vaksin Covid-19 dari jenis berbeda untuk suntikan kedua, terutama mereka yang menerima suntikan pertama dari vaksin AstraZeneca.

Dokter Gloria Taliani, profesor penyakit menular di Sapienza University of Rome, mengatakan mencampur dua jenis vaksin Covid-19 berbeda telah menjadi hal biasa ketika mengobati penyakit serius sejak dahulu.

"Kami telah mencoba menggunakan dua jenis vaksin yang berbeda untuk mengobati penyakit lain dahulu kala. Tidak ada alasan biologis kalau vaksin yang menggunakan stimulus berbeda pada sistem kekebalan bisa berbahaya bagi siapa pun," jelas Dokter Gloria Taliani dikutip dari Express.

Uji coba Com-COV, yang dipimpin oleh University of Oxford, sebelumnya telah menyelidiki kemanjuran dua dosis vaksin AstraZeneca, vaksin Pfizer dan campuran dari keduanya.

Hasil penelitian menunjukkan seseorang memiliki respons kekebalan yang lebih kuat terhadap virus corona Covid-19 setelah suntikan dua dosis vaksin yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa suntikan vaksin AstraZeneca diikuti oleh vaksin Pfizer mampu menginduksi respons antibodi dan sel T yang lebih tinggi dibandingkan suntikan vaksin Covid-19 diberikan dalam urutan yang berlawanan.

Sel T merangsang produksi antibodi dan membantu memerangi sel yang terinfeksi virus. Studi ini juga menyimpulkan bahwa dua suntikan vaksin Pfizer menghasilkan tingkat antibodi tinggi.

Matthew Snape, profesor Oxford di balik uji coba, mengatakan temuan itu dapat digunakan untuk memberikan fleksibilitas pada peluncuran vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Booster Sangat Disarankan

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Booster Sangat Disarankan

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 08:40 WIB

Studi: Usia 20-an Miliki Antibodi 7 Kali Lebih Tinggi daripada Lansia Usai Vaksinasi

Studi: Usia 20-an Miliki Antibodi 7 Kali Lebih Tinggi daripada Lansia Usai Vaksinasi

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 20:42 WIB

Sudah Vaksinasi Covid-19 Lengkap, Masih Mungkinkah Seorang Jadi Penyebar Virus Corona?

Sudah Vaksinasi Covid-19 Lengkap, Masih Mungkinkah Seorang Jadi Penyebar Virus Corona?

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×