Tak Hanya Pernapasan, Polusi Udara Juga Sebabkan Masalah di Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:26 WIB
Tak Hanya Pernapasan, Polusi Udara Juga Sebabkan Masalah di Otak
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Tiga studi baru menemukan bahwa kualitas udara tampaknya terkait dengan risiko penurunan daya pikir dan demensia. Selain itu, udara yang buruk bahkan dapat meningkatkan protein otak beracun yang merupakan ciri khas penyakit Alzheimer.

"Ini sangat menarik karena menunjukkan potensi peningkatan kualitas udara pada tingkat kematian, bidang kesehatan lainnya, dan mungkin juga risiko demensia," kata Claire Sexton, direktur program ilmiah dan penjangkauan untuk Asosiasi Alzheimer seperti yang dikutip dari US News.

Melansir dari US News, pada studi pertama, para peneliti menemukan bahwa pengurangan polusi partikulat halus dan kabut asap lebih dari satu dekade dikaitkan dengan pengurangan risiko demensia di kalangan perempuan.

Studi ini mengikuti lebih dari 2.200 perempuan berusia antara 74 hingga 92 tahun tanpa demensia yang terdaftar dalam studi jangka panjang tentang kesehatan otak.

Para peneliti melacak kemampuan berpikir, penalaran, dan ingatan mereka seiring bertambahnya usia dan membandingkan hasilnya dengan kualitas udara di berbagai komunitas mereka.

Risiko demensia para perempuan menurun hingga 26 persen untuk setiap 10 persen peningkatan kualitas udara di lingkungan mereka.

Perempuan di daerah dengan udara yang lebih bersih memiliki risiko demensia yang serupa dengan yang terlihat pada perempuan dua hingga tiga tahun lebih muda.

Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]
Ilustrasi perempuan demensia. [Shutterstock]

Sementara studi kedua dari para peneliti yang dipimpin oleh Noemie Letellier, seorang sarjana postdoctoral di University of California, San Diego, menemukan bahwa pengurangan polusi partikel halus antara tahun 1990 hingga 2000 menyebabkan demensia dan risiko Alzheimer jatuh di antara lebih dari 7.000 orang di Prancis.

Risiko demensia turun 15 persen dan risiko Alzheimer 17 persen untuk setiap pengurangan mikrogram polusi udara per meter kubik udara. Sekali lagi, perubahan itu menguntungkan semua orang, terlepas dari pendapatan mereka atau di mana mereka tinggal dalam suatu komunitas.

Studi ketiga, dipimpin oleh Christina Park, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Epidemiologi Universitas Washington memberikan penjelasan potensial mengapa polusi udara dapat mempengaruhi kesehatan otak.

Para peneliti menemukan bahwa orang dengan paparan polusi partikel dan kabut asap yang lebih lama memiliki kadar beta amiloid yang lebih tinggi, protein lengket yang dapat menggumpal di otak. Plak amiloid adalah salah satu ciri penyakit Alzheimer.

"Polusi udara juga dapat meningkatkan risiko demensia dengan menyebabkan peradangan dalam tubuh dan dengan merusak kesehatan jantung dan paru-paru," kata Sexton.

Ketiga studi tersebut akan dipresentasikan di pertemuan tahunan Alzheimer's Association, yang diadakan baik di Denver secara online.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Peneliti Oxford University Temukan Bukti Kuat Covid-19 Bisa Merusak Struktur Otak

Ngeri, Peneliti Oxford University Temukan Bukti Kuat Covid-19 Bisa Merusak Struktur Otak

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 08:48 WIB

Susah Fokus Usai Sembuh dari Covid-19, Bisakah Otak Kembali Normal?

Susah Fokus Usai Sembuh dari Covid-19, Bisakah Otak Kembali Normal?

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 08:00 WIB

Awas! Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Menambah Risiko Demensia Lho

Awas! Terlalu Banyak Minum Kopi Bisa Menambah Risiko Demensia Lho

Surakarta | Selasa, 27 Juli 2021 | 23:05 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB