Varian Delta, Pakar Ungkap Gejalanya pada Orang yang Sudah Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 29 Juli 2021 | 13:07 WIB
Varian Delta, Pakar Ungkap Gejalanya pada Orang yang Sudah Vaksin Covid-19
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Varain Delta menjadi salah satu jenis virus corona Covid-19 yang sedang menimbulkan kekhawatiran global, karena lebih mudah menular daripada varian sebelumnya.

Apalagi, varian Delta ini dikhawatirkan kebal terhadap antibodi yang terbentuk dari vaksin Covid-19. Sehingga orang-orang yang sudah vaksinasi mungkin masih bisa tertular.

Pada dasarnya, vaksin Covid-19 memang tidak membuat seseorang kebal 100 persen dari virus corona Covid-19. Karena itu, orang yang sudah vaksin Covid-19 sekali atau dua kali masih memiliki risiko tertular virus corona Covid-19, termasuk varian Delta.

Pada satu kali suntikan vaksin Covid-19, seseorang baru memiliki antibodi sekitar 60 persen. Setelah suntikan kedua vaksin Covid-19, tingkat antibodi seseorang akan meningkat 90 persen tetapi tetap tidak menjamin mereka terhindar dari virus corona.

Para ahli telah melihat varian Delta bisa menyebabkan gejala yang berbeda dari infeksi virus corona Covid-19 sebelumnya. Virus corona Covid-19 sebelumnya cenderung menimbulkan gejala seperti pilek, yang meliputi perubahan indra penciuman, rasa, batuk dan demam.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Kini, varian Delta lebih menimbulkan gejala berupa sakit kepala, pilek dan sakit tenggorokan. Tapi, gejala varian Delta ini bisa bervariasi pada setiap orang dan beberapa lainnya mungkin tidak mengalami gejala sama sekali.

Menurut para ahli, gejala varian Delta juga bisa berbeda pada orang yang sudah vaksin Covid-19 penuh. Gejalanya seringkali lebih ringan, karena vaksin Covid-19 membantu mencegah infeksi parah dan mereka mungkin juga mengalami gangguan penciuman yang membuat penderitanya merasakan aroma yang tidak semestinya atau parosmia .

Chrissi Kelly, Pendiri, AbScent, mengatakan organisasinya turun tangan untuk memberikan dukungan ketika orang-orang terus mengalami masalah itu setelah sembuh dari Covid-19.

"Kami memperkirakan parosmia mempengaruhi sekitar 50 persen pasien Covid-19, yang mana gejala ini cukup mengganggu kehidupan sehari-hari manusia," jelas Ms Kelly dikutip dari Express.

baca juga

Distorsi pada indera penciuman ini dapat membuat makan sehari-hari menjadi tak tertahankan dan menyebabkan kecemasan. Meskipun orang masih dapat mengembangkan gejala virus corona setelah vaksinasi, tapi mereka jauh lebih kecil risikonya melakukan rawat inap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penularan Varian Delta, FDA Sarankan Pakai Masker Jenis Ini!

Cegah Penularan Varian Delta, FDA Sarankan Pakai Masker Jenis Ini!

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 08:45 WIB

Dokter Bisa Deteksi Long Covid-19 Melalui Mata, Begini Tandanya!

Dokter Bisa Deteksi Long Covid-19 Melalui Mata, Begini Tandanya!

Health | Rabu, 28 Juli 2021 | 08:12 WIB

Covid-19 Varian Delta Terkonfirmasi Masuk China

Covid-19 Varian Delta Terkonfirmasi Masuk China

News | Selasa, 27 Juli 2021 | 13:18 WIB

Terkini

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

×