Pemerintah Diminta Transparan Ungkap Hasil Kematian Trio Usai Vaksin AstraZeneca

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 30 Juli 2021 | 14:20 WIB
Pemerintah Diminta Transparan Ungkap Hasil Kematian Trio Usai Vaksin AstraZeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Sabbihis Fathun Vickih, meminta pemerintah dan Komnas KIPI untuk segera mengumumkan hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap adiknya, Trio Fauqi Virdaus.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Trio Fauqi Virdaus meninggal satu hari setelah ia mengikuti vaksinasi massal di Gelora Bung Karno 5 Mei 2021 lalu. Ia sebelumnya sempat diberi vaksin AstraZeneca.

Namun, hingga kini baik pemerintah dan Komnas KIPI juga masih belum mengumumkan hasil autopsi tentang penyebab kematian dari Trio ke publik.

Usai autopsi dilakukan, lanjut Vickih, pihak Komnas KIPI menjanjikan bahwa hasil akan disampaikan dalam satu hingga dua minggu kepada keluarga.

"Kita tunggu ternyata hasil tidak keluar akhirnya saya kritik dengan video di Youtube tanggal 20 Juni 2021, dan baru dapat respon tanggal 21 Juni 2021," kata Vickih.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Menurut Vickih, Komnas KIPI kala itu menyebut bahwa hasil autopsi telah rampung, dan akan segera disampaikan ke keluarga. Namun, lagi-lagi keluarga mesti menunggu selama satu bulan.

Hingga baru pada tanggal 27 Juli 2021 digelar zoom meeting untuk menyampaikan hasil autopsi tersebut. Namun, lanjut Vickih, pihak kelurga diminta consent yang salah satu poinnya bahwa keluarga dilarang untuk memberikan informasi kepada pihak mana pun sebelum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta atau Komnas KIPI.

Tapi, hingga 30 Juli 2021, masih belum ada pengumuman dari Komnas KIPI, dan juga otoritas terkait, seperti Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Inilah yang kemudian membuat Vickih akhirnya mengungkap hasil autopsi ke media sosial. Dalam unggahannya, Vickih menyebut bahwa dari hasil autopsi sang adik tidak ditemukan komorbid. Sehingga keluarga menduga bahwa penyebab meninggalnya Trio karena vaksin yang ia terima

"Bahwa tidak ditemukan komorbid dan penyakit lain, hanya ada flek hitam, yang tidak berkaitan dengan kematian, karena hasilnya tidak ada komorbid, dan tidak ada kematian, berarti meninggalnya pemicunya vaksinasi astrazeneca," kata Vickih saat dihubungi Suara.com.

Vickih juga menyampaikan bahwa sebelum mendapatkan vaksin Trio juga dalam kondisi sehat. Bahkan, menurut Vickih Trio juga sedang semangat menggeluti kerja dan hobinya.

"Sekarang sudah jelas menurut kami tidak ada komorbid, tidak ada penyakit apapun lah yang ditemukan, tidak kena serangan jantung, gagal paru, tidak Covid-19, dan alasannya apa. Berarti kan kalau saya yang orang awam berarti pemicunya vaksin, engga ada yang lain kan," kata Vickhih.

Menurutnya, orang yang meninggal seketika juga pasti ada sebab. Sehingga, ia menduga kuat bahwa indikasi meningganya sang adik lantaran vaksin AstraZeneca.

"Kami meminta untuk hasil autopsi ini disampaikan secara transparan," ujar Vickih.

Sementara itu, Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari mengatakan pihaknya sudah mendapatkan hasil otopsi dari Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang menyatakan hasil kematian tidak bisa ditentukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 1 Agustus, Arab Saudi Persilakan Masuk Turis yang Sudah Vaksin Covid-19

Mulai 1 Agustus, Arab Saudi Persilakan Masuk Turis yang Sudah Vaksin Covid-19

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:59 WIB

Menkes Budi Klaim Wacana Bangun Pusat Produksi Vaksin di Indonesia Masuk Tahap Finalisasi

Menkes Budi Klaim Wacana Bangun Pusat Produksi Vaksin di Indonesia Masuk Tahap Finalisasi

News | Jum'at, 30 Juli 2021 | 13:40 WIB

Mulai Agustus, Israel Akan Berikan Vaksin Dosis Ketiga untuk Lansia

Mulai Agustus, Israel Akan Berikan Vaksin Dosis Ketiga untuk Lansia

Health | Jum'at, 30 Juli 2021 | 12:57 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB