5 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 04 Agustus 2021 | 11:53 WIB
5 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu gejala tubuh yang cukup berbahaya karena berisiko memicu penyakit kronik seperti jantung, stroke hingga gagal ginjal.

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah meningkat di atas normal atau lebih dari 140/90 mmHG. Setelah hipertensi terjadi, biasanya dokter akan menyarankan untuk beristirahat, memperbaiki pola makan dan mengonsumsi obat.

Tapi hipertensi juga bisa diturunkan dengan lima cara alami ini, sebagaimana mengutip Times of India, Rabu (4/8/2021) berikut:

1. Mengurangi asupan garam atau natrium
Banyak penelitian mengungkap hubungan antara hipertensi dengan asupan natrium atau garam yang berlebih. Natrium bisa menyebabkan stroke, sehingga mengurangi asupan natrium harian bisa menurunkan lima hingga enam mmHG dalam tekanan darah.

Efek natrium pada setiap orang memang berbeda-beda, tapi jumlah maksimal mengonsumsi garam hanya 2.400 miligram atau sekitar satu sendok teh per hari.

2. Tingkatkan asupan kalium
Kalium adalah nutrisi nutrisi penting bagi orang yang mengalami hipertensi. Sejenis mineral ini bisa membantu membuang kelebihan natrium dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.

Perlu diingat, makanan yang diolah melalui pemrosesan atau makanan kemasan cenderung tinggi natrium, sehingga kalium bisa menyeimbangkannya. Beberapa makanan tinggi kalium yang disarankan di antaranya:

  • Sayuran: Sayuran hijau, tomat, kentang, dan ubi jalar
  • Buah: Melon, pisang, alpukat, jeruk, dan aprikot
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian, susu, yoghurt, tuna, dan salmon

3. Teratur berolahraga
Olahraga adalah kegiatan penting untuk tubuh. Penelitian menunjukkan setiap orang membutuhkan olahraga 30 hingga 45 menit secara teratur agar tetap sehat dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Kegiatan ini sangat penting bagi orang denagn hipertensi, karena olahraga bisa membuat jantung lebih kuat, dan bisa memompa darah menjadi lebih baik dan menurunkan tekanan di pembuluh darah jantung. Dengan berjalan kaki minimal 40 menit setiap hari akan membuat Anda tetap sehat dan aman.

4. Kurangi alkohol dan berhenti merokok
Alkohol dan rokok bisa menyebabkan hipertensi, karena berdasarkan penelitian alkohol meningkatkan risiko 16 persen kejadian hipertensi di seluruh dunia.
Sedangkan perpaduan alkohol dan nikotin pada rokok bisa memicu hipertensi dan merusak pembuluh darah, maka berhenti mengonsumsi kedua benda ini akan sangat membantu.

5. Kurangi konsumsi karbohidrat olahan
Laporan terbaru menunjukan karbohidrat olahan seperti roti dan makanan bertepung, serta gula tambahan bisa meningkatkan risiko hipertensi. Sehingga mengurangi asupan makanan ini bisa menurunkan tekanan darah secara alami.

Meski begitu orang dengan hipertensi tidak disarankan mengurangi asupan karbohirat untuk menurunkan berat badan, alih-alih mengonsumsi karbohidrat olahan atau gula putih, maka ganti dengan karbohidrat kompleks seperti kentang, nasi merah dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WFH Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi, Ini Solusinya

WFH Tingkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi, Ini Solusinya

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 18:46 WIB

Studi: Pasien Covid-19 Berisiko Alami Serangan Jantung Dalam 2 Minggu

Studi: Pasien Covid-19 Berisiko Alami Serangan Jantung Dalam 2 Minggu

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 15:45 WIB

Video Gerakan Senam Jantung Sehat Seri 3 Lengkap: Pemanasan, Latihan Inti dan Pendinginan

Video Gerakan Senam Jantung Sehat Seri 3 Lengkap: Pemanasan, Latihan Inti dan Pendinginan

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 13:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB